Seorang buronan internasional yang merupakan petinggi geng motor terlarang Hells Angels berhasil ditangkap di Indonesia. Angelo Pandeli, seorang warga negara Australia, terungkap setelah ia berupaya bepergian menggunakan dokumen palsu. Penangkapan ini berawal dari pemeriksaan terhadap para penumpang sebuah pesawat oleh petugas, yang kemudian membuka tabir identitas aslinya.
Petugas dari tim gabungan menemukan tiga orang awak pesawat dan empat penumpang. Salah satu dari mereka bahkan ditemukan dalam kondisi bersembunyi di dalam toilet pesawat. Temuan yang tidak biasa ini menjadi awal dari proses pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan dokumen, tiga penumpang warga negara asing tidak ditemukan adanya masalah. Namun, petugas keimigrasian menemukan kejanggalan pada dokumen salah seorang penumpang. Penumpang tersebut mengaku sebagai warga negara Brasil yang bernama George Anderson Mota Correira.
Kejanggalan pada dokumen itu kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh petugas. Setelah dilakukan pencocokan, identitas penumpang tersebut terdeteksi melalui Interpol Blue Notice dengan tingkat kecocokan mencapai 100 persen. Hasilnya, sosok yang menggunakan nama George Anderson Mota Correira itu ternyata adalah Angelo Pandeli.
Identitas asli penumpang itu mengungkap sosok yang jauh berbeda dari dokumen yang ia bawa. Angelo Pandeli merupakan warga negara Australia sekaligus petinggi di dalam geng motor terlarang Hells Angels. Keberadaannya di Indonesia dengan menggunakan dokumen palsu pun menjadi temuan yang penting bagi petugas keimigrasian.
Status Angelo Pandeli membuat penangkapannya semakin bermakna. Ia tercatat masuk dalam daftar buronan paling dicari oleh kepolisian Australia. Pandeli dicari atas dugaan keterlibatannya dalam penyelundupan dan pengiriman narkoba, yang menjadikannya salah satu target utama perburuan aparat penegak hukum di negaranya.
Penangkapan ini menunjukkan bagaimana penggunaan dokumen palsu dapat terbongkar melalui kerja sama lintas negara. Dengan terdeteksinya identitas asli melalui jaringan Interpol, seorang buronan internasional yang berusaha menyembunyikan diri akhirnya berhasil diamankan di Indonesia. Kasus ini menegaskan peran pemeriksaan keimigrasian dalam menjaring pelaku kejahatan lintas batas.
