LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Jasad laki-laki ditemukan di musala terbengkalai di Cirebon, diduga meninggal lebih dari empat bulan

Jasad laki-laki ditemukan di musala terbengkalai di Cirebon, diduga meninggal lebih dari empat bulan

Warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki di sebuah musala yang sudah lama terbengkalai. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan sulit dikenali. Polisi memperkirakan korban, yang berinisial SJ dan berusia sekitar 57 tahun, telah meninggal lebih dari empat bulan, dan keluarga memastikan jasad itu merupakan anggota keluarga mereka yang hilang sejak Januari 2026. Polisi menyatakan tidak ditemukan luka pada jasad korban.

Warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, digegerkan dengan adanya penemuan jasad seorang laki-laki di sebuah musala yang sudah lama terbengkalai dan tidak lagi digunakan.

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami pembusukan dan sulit dikenali.

Jasad itu ditemukan ketika seorang tukang bangunan tengah melakukan pengukuran untuk rencana renovasi musala tersebut. Ia terkejut mendapati sesosok jasad tergeletak di lantai, lalu segera melaporkan temuan itu kepada warga dan pihak kepolisian.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan inisial SJ dan berusia sekitar 57 tahun. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari empat bulan.

Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan keluarga, yang mengaku telah mencari korban sejak Januari 2026 dan tidak lagi memiliki kontak dengannya sejak saat itu.

Pihak keluarga yang datang ke lokasi memastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan anggota keluarga mereka yang selama ini dilaporkan hilang. Jasad selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon, untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan polisi, hasil pemeriksaan tim identifikasi tidak menemukan adanya luka-luka ataupun hal yang mencurigakan pada jasad korban. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Gunung Jati untuk pemeriksaan kedokteran, sementara pihak keluarga memohon agar jasad segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

Polisi menyebut korban berasal dari Desa Kanci dan dalam kondisi tidak bekerja serta sakit-sakitan, di antaranya menderita diabetes. Keluarga sempat melarangnya pergi ke Jakarta karena kondisinya yang lemah, dan belakangan ia diduga tinggal seorang diri di musala tersebut tanpa perawatan dari keluarga sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Loading article...