world | tvOne News |
Warga di jalur Gaza kembali melewati perayaan Idul Adha tanpa adanya hewan kurban akibat ketatnya pembatasan dari Israel. Kementerian Pertanian menegaskan serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah menghancurkan sektor peternakan secara sistematis, termasuk klinik hewan dan gudang pakan.
Warga di jalur Gaza terpaksa kembali melewati perayaan Hari Raya Idul Adha tanpa adanya hewan kurban. Kondisi memilukan ini telah terjadi selama tiga tahun berturut-turut akibat ketatnya pembatasan yang diberlakukan oleh pihak Israel terhadap wilayah tersebut.
Hilangnya tradisi berkurban di Gaza bukan tanpa alasan. Kementerian Pertanian Gaza menegaskan bahwa serangan militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu telah menghancurkan sektor peternakan secara sistematis. Berbagai fasilitas vital mulai dari klinik hewan hingga gudang pakan ternak hancur rata dengan tanah.
Kehancuran infrastruktur peternakan ini mengakibatkan warga Gaza tidak memiliki akses terhadap hewan ternak untuk keperluan ibadah kurban. Sapi, kambing dan domba yang sebelumnya dipelihara oleh peternak lokal sebagian besar telah mati akibat serangan atau kekurangan pakan, sementara pasokan dari luar wilayah terhalang oleh blokade yang ketat.
Bagi umat Muslim, ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu syariat penting yang melambangkan kepatuhan dan kepedulian terhadap sesama. Ketidakmampuan warga Gaza untuk melaksanakan tradisi ini selama tiga tahun berturut-turut menambah penderitaan psikologis dan spiritual di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Sementara jutaan umat Muslim di seluruh dunia merayakan puncak ibadah haji di Arafah dan melaksanakan penyembelihan kurban, warga Gaza hanya bisa memanjatkan doa di tengah reruntuhan. Organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan agar akses bantuan ke Gaza dibuka seluas-luasnya demi meringankan penderitaan warga sipil yang tidak berdosa.