Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa lebih dari 1.010 warga Palestina telah tewas akibat tembakan dan serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Angka tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai jatuhnya korban jiwa meski perjanjian penghentian tembak telah disepakati.
Gencatan senjata yang dicapai pada Oktober lalu memang telah menghentikan pertempuran besar antara Israel dan Hamas. Namun, di lapangan, serangan militer Israel di Gaza dilaporkan masih terus berlangsung hingga saat ini.
Dalam salah satu serangan, militer Israel menghantam sebuah lokasi tempat warga berlindung. Menurut warga yang berada di sana, serangan itu terjadi setelah mereka justru menerima perintah evakuasi dari militer Israel, sementara media setempat melaporkan sejumlah orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Selain serangan ke lokasi pengungsian, peristiwa penembakan terhadap warga sipil juga kembali terjadi. Pada Senin waktu setempat, seorang ibu dan anak laki-laki Palestina berusia 14 tahun ditembak mati oleh militer patroli Israel di Gaza.
Berdasarkan kronologi yang dipaparkan, anak laki-laki itu ditembak oleh militer patroli Israel saat keluar dari rumahnya. Sang ibu yang berusaha berlari untuk menyelamatkan anaknya kemudian seketika juga ditembak oleh militer patroli Israel di lokasi yang sama.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa jatuhnya korban jiwa di Gaza belum berhenti meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menjadi rujukan dalam menghitung jumlah warga yang tewas sepanjang periode setelah penghentian tembak disepakati.
