Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat. Seperti dilaporkan tvOne News, letusan kali ini melontarkan kolom abu vulkanik yang menjulang hingga sekitar 2,5 kilometer di atas puncak gunung, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, salah satu erupsi terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.57 WITA. Tinggi kolom abu tercatat mencapai 2.500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut, dengan abu berwarna kelabu pekat yang condong ke arah barat dan barat laut.
Aktivitas erupsi tersebut turut terekam pada alat seismograf di pos pengamatan gunung. Letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum sekitar 14,8 milimeter dengan durasi kegempaan berlangsung selama 215 detik, yang menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih tergolong tinggi.
Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat meletus beberapa kali sepanjang hari, mulai dari dini hari hingga siang hari. Erupsi beruntun ini terjadi setelah sebelumnya gunung tersebut juga sudah mengalami sejumlah letusan pada hari sebelumnya, sehingga menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada status Level III atau Siaga. Sehubungan dengan kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi alasan keselamatan.
Selain soal jarak aman, otoritas juga mengingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh hujan abu vulkanik. Warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu diimbau untuk mengenakan masker atau menutup hidung dan mulut, guna menghindari gangguan pernapasan yang dapat ditimbulkan oleh partikel abu vulkanik.
Dampak dari erupsi dan sebaran abu vulkanik ini juga dirasakan pada sektor transportasi udara. Aktivitas penerbangan di Bandara Frans Seda, Maumere, sempat terganggu dan ditutup akibat erupsi gunung tersebut. Pihak berwenang menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki secara ketat.
