Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya pada Selasa pagi. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini menjadi perhatian setelah aktivitasnya kembali meningkat. Peningkatan tersebut menempatkan gunung itu kembali dalam pemantauan ketat. Kondisi ini membuat perkembangan di Merapi terus diawasi secara saksama.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada level 3 atau Siaga. Penetapan status ini menjadi acuan utama dalam menilai tingkat bahaya gunung tersebut. Dengan status Siaga, aktivitas Merapi dianggap berada pada tingkat yang perlu diwaspadai. Status itu menjadi dasar bagi berbagai imbauan kepada masyarakat di sekitarnya.
Aktivitas yang menonjol terjadi pada pukul 08.59 waktu Indonesia Barat. Pada saat itu, Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur yang diestimasi mencapai 2 kilometer. Luncuran awan panas tersebut mengarah ke Hulu Kaliputih. Peristiwa ini menjadi salah satu penanda dari aktivitas gunung yang masih berlangsung.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, memberikan penjelasan mengenai karakter erupsi yang terjadi. Menurutnya, karakter erupsi Gunung Merapi saat ini cenderung monoton namun intensif. Penjelasan ini menggambarkan pola aktivitas gunung yang berlangsung secara terus menerus. Karakter semacam itu menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan Merapi.
Agus Budi Santoso juga menyampaikan perkiraan mengenai kelanjutan erupsi. Ia menyebut bahwa erupsi Gunung Merapi diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan tekanan dari dalam perut gunung yang masih terekam cukup kuat. Tekanan yang masih besar inilah yang membuat aktivitas gunung diperkirakan terus berlanjut.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level 3 atau Siaga. Tingkatan ini berada satu tingkat di bawah status tertinggi, yaitu Awas. Posisi status tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan meski belum mencapai level paling tinggi. Pemantauan terhadap perkembangan gunung pun terus dilakukan.
Berkaitan dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada. Mereka diminta menjauhi daerah bahaya serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Imbauan itu bertujuan untuk menghindari ancaman banjir lahar maupun awan panas susulan. Dengan mengikuti imbauan tersebut, risiko terhadap warga di sekitar gunung diharapkan dapat ditekan.
