Kasus penipuan travel umroh kembali mengguncang Indonesia. Direktur dan pemilik Hanania Travel diduga menggelapkan dana jemaah umroh dengan jumlah yang fantastis, bukan hanya puluhan tetapi mencapai ratusan miliar rupiah. Para korban yang gagal diberangkatkan menuntut keadilan dan pengembalian uang mereka.
Salah satu korban, Ibu Rosiani, mengungkapkan kekecewaannya di hadapan media. Beliau menyatakan bahwa di hatinya belum ikhlas sama sekali dengan kondisi yang dialaminya. Harapannya untuk beribadah umroh di trimester pertama ternyata gagal total karena Hanania Travel tidak menepati janji pemberangkatan.
Hanania Travel menjanjikan pengembalian uang seratus persen apabila terjadi force major, namun tidak mencantumkan jangka waktu yang jelas untuk proses pengembalian tersebut. Sampai dengan bulan keberangkatan tiba, kabar dari pihak travel tidak jelas sama sekali.
Yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian publik adalah keterlibatan sejumlah artis dalam promosi Hanania Travel. Namun korban menekankan bahwa meskipun travel yang terlihat sangat meyakinkan dan melibatkan banyak artis, hal tersebut tidak menjamin bahwa mereka akan menepati janji pemberangkatan.
Upaya mediasi dari teman-teman calon jemaah umroh untuk mengetahui kemana aset Farhan, pemilik Hanania Travel, selama ini tidak membuahkan hasil yang jelas. Para korban terus berupaya mengangkat kasus ini ke permukaan agar mendapat perhatian pihak berwajib.
Ibu Rosiani mengimbau rekan-rekan jemaah lainnya yang menjadi korban Hanania Travel untuk terus mengangkat kasus ini dan jangan pantang menyerah. Jangan pernah kapok untuk melakukan ikhtiar untuk beribadah, dan suarakan supaya setidaknya uang bisa kembali, pesannya.
Proses hukum terhadap Direktur dan pemilik Hanania Travel terus bergulir. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh dan selalu memverifikasi legalitas serta rekam jejak travel sebelum menyerahkan dana dalam jumlah besar.
