Sebuah mobil listrik mewah menabrak seorang pengendara ojek online atau ojol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Setelah menabrak, pengemudi mobil tersebut diduga langsung melarikan diri dari lokasi kejadian, sehingga peristiwa itu kemudian berujung pada amukan massa terhadap kendaraan mewah tersebut.
Peristiwa tabrakan itu terjadi di Jalan Meruya Selatan, Kembangan, dan sebagian momennya terekam oleh kamera pengawas atau CCTV. Berdasarkan rekaman serta keterangan yang dihimpun, mobil listrik melintas dari arah berlawanan dan menyalip dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak kendaraan korban.
Akibat benturan tersebut, sepeda motor milik korban sempat terpental. Bahkan, menurut keterangan di lokasi, motor itu terpental hingga menabrak meja sebuah warung makan yang berada di sekitar tempat kejadian, menggambarkan kerasnya benturan yang terjadi.
Pengendara ojol yang menjadi korban tabrakan mengalami sejumlah luka. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban menderita luka pada bagian tangan, badan, dan kaki. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kembangan, untuk mendapatkan perawatan.
Setelah kejadian, pengemudi mobil listrik mewah itu memilih melarikan diri. Menurut keterangan yang dihimpun pihak kepolisian, pengemudi tersebut kabur bukan karena ingin menghindari tanggung jawab, melainkan karena merasa takut diamuk oleh massa yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Namun, upaya pengemudi untuk menghindari amukan itu tidak berhasil. Massa yang berjumlah belasan orang, terdiri atas mahasiswa, sesama pengendara ojek online, serta warga sekitar, mengejar mobil tersebut hingga ke Jalan Arjuna Utara yang berada di samping Tol Jakarta-Tangerang di kawasan Kebon Jeruk.
Di lokasi pengejaran itulah mobil listrik mewah tersebut akhirnya diamuk oleh massa. Sejumlah bagian bodi kendaraan terlihat mengalami kerusakan yang cukup parah akibat amukan tersebut. Pihak kepolisian saat ini menangani peristiwa tabrakan dan amukan massa itu untuk pendalaman lebih lanjut.
