Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencanangkan pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan infrastruktur pejalan kaki itu dirancang untuk menyatukan enam moda transportasi publik dalam satu titik di salah satu simpul perpindahan penumpang tersibuk di ibu kota. Proyek ini menjadi salah satu langkah Pemprov untuk merapikan kawasan yang selama ini menjadi pertemuan banyak jalur angkutan umum.
Menurut Pramono Anung, pedestrian deck nantinya akan mengintegrasikan enam moda transportasi yang beroperasi di sekitar Dukuh Atas. Keenam moda tersebut meliputi KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, Kereta Bandara, serta Transjakarta. Dengan menyambungkan seluruh moda itu lewat satu jalur pejalan kaki, penumpang diharapkan dapat berpindah antarangkutan tanpa harus turun ke jalan raya yang padat.
Pembangunan pedestrian deck ini turut melibatkan Kementerian Transportasi Jepang melalui skema pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development. Adapun pembiayaan proyek disebut akan ditanggung seluruhnya oleh PT MRT Jakarta. Skema tersebut menempatkan badan usaha milik daerah itu sebagai pihak yang menggarap dan mendanai langsung pembangunan kawasan terpadu di Dukuh Atas.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengerjaan fisik proyek dimulai pada pertengahan tahun 2026. Adapun seluruh pembangunan dijadwalkan rampung pada tahun 2028. Rentang waktu pengerjaan selama dua tahun itu menandai salah satu proyek infrastruktur pejalan kaki berskala besar yang tengah disiapkan Pemprov di pusat kota, dan diharapkan dapat menata ulang alur perpindahan penumpang di kawasan tersebut.
Dalam skema pembangunan, Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak akan mengubah posisi patung Jenderal Sudirman yang berdiri di kawasan tersebut. Jaminan itu disampaikan untuk menjawab kekhawatiran soal nasib monumen yang selama ini menjadi salah satu penanda kawasan Dukuh Atas. Dengan demikian, penataan kawasan akan dilakukan tanpa memindahkan ikon yang sudah lama dikenal warga Jakarta itu.
Pramono Anung meyakini kehadiran pedestrian deck akan menambah kenyamanan masyarakat saat berpindah antarmoda transportasi di Dukuh Atas. Ia juga memastikan keberadaan infrastruktur tersebut dapat mengurangi tingkat kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan itu. Pemprov berharap penyatuan enam moda dalam satu jalur pejalan kaki akan mendorong lebih banyak warga beralih ke transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari di pusat ibu kota.
