world | Metro TV |
Aksi kriminalitas beragam modus meresahkan warga ibu kota dan sekitarnya. Di Jakarta Timur, dua pelaku begal bermodus dukun palsu diringkus polisi. Sementara di Depok, perampok bersenjata api menyatroni minimarket dan menyekap karyawan, menggasak uang 36 juta rupiah.
Aksi kriminalitas dengan beragam modus baru kian meresahkan warga ibu kota Jakarta dan sekitarnya. Metro TV melaporkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua pelaku kejahatan jalanan berinisial RAT dan AJ di wilayah Jakarta Utara setelah melancarkan aksinya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dalam aksinya yang terbilang unik, salah satu pelaku menghentikan korban yang tengah berkendara seorang diri dengan modus mengaku sebagai dukun atau paranormal. Pelaku memberitahu korban bahwa ia akan mengalami musibah. Saat korban lengah menjalani ritual palsu, para pelaku langsung menggasak sepeda motor dan ponsel korban. Kedua pelaku dijerat pasal KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Di Kota Depok, aksi perampokan bersenjata api yang lebih nekat terjadi di sebuah minimarket di kawasan Mekarsari, Cimanggis. Rekaman kamera pengawas menunjukkan kedua pelaku bertopi menodongkan senjata api kepada pegawai minimarket yang sedang bertugas. Di bawah ancaman senjata, kedua pegawai yang ketakutan kemudian digiring dan disekap di dalam sebuah ruangan.
Pelaku berhasil menggasak uang dari mesin kasir dan brankas sejumlah 36 juta rupiah serta barang-barang berharga lainnya. Polres Metro Depok saat ini sedang melakukan pengejaran intensif terhadap kedua pelaku yang identitasnya sudah diketahui dari rekaman CCTV.
Selain itu, penangkapan dramatis juga terjadi terhadap anggota gangster yang melakukan pembacokan terhadap seorang remaja saat tawuran di Kabupaten Tangerang, Banten. Ibu pelaku yang berada di dalam rumah sempat menangis dan menghalangi polisi sebelum akhirnya menyerahkan anaknya. Rangkaian kasus ini menunjukkan tantangan keamanan yang terus dihadapi warga Jakarta dan kota-kota satelitnya.