world | tvOne News |
Aksi penjambretan kembali terjadi di Jakarta Pusat saat seorang pejalan kaki dirampas ponselnya di siang bolong oleh dua pelaku berboncengan sepeda motor. Di saat bersamaan, unit reskrim Polsek Cengkareng berhasil menangkap komplotan begal yang modus operandinya menyasar korban dengan memepet sepeda motor dan menuduh korban melakukan penganiayaan.
Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Jakarta setelah terekam CCTV seorang pejalan kaki menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat. Korban yang sedang berjalan kaki sambil bermain ponsel tiba-tiba dipepet dua pelaku berboncengan sepeda motor, dan dalam sekejap ponsel di tangannya raib dirampas pelaku.
Teriakan korban sontak memancing perhatian warga di lokasi. Aksi penjambretan yang terjadi di siang bolong ini semakin membuat warga dan para pedagang resah, mengingat lokasi tersebut memang dikenal cukup rawan aksi kejahatan jalanan. Para pelaku bahkan tidak segan melukai korbannya jika berusaha melawan.
Di sisi lain, unit reskrim Polsek Cengkareng, Jakarta Barat berhasil menangkap komplotan begal yang memiliki modus operandi unik. Para pelaku menyasar korban dengan cara memepet sepeda motor di jalan, lalu menuduh korban telah melakukan penganiayaan terhadap keluarga salah satu pelaku sebagai dalih untuk merampas barang bawaan korban.
Tidak hanya sepeda motor yang dirampas, ponsel korban pun turut diambil oleh para pelaku. Bahkan komplotan ini tidak segan melakukan penganiayaan hingga korbannya tak berdaya. Hasil penjualan sepeda motor curian digunakan oleh para pelaku untuk bermain judi online dan berfoya-foya.
Maraknya aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan dan begal di ibu kota menunjukkan perlunya peningkatan pengamanan di titik-titik rawan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat berjalan kaki sambil menggunakan ponsel di area yang sepi atau rawan kejahatan.