Seorang pria bernama Asep Jajah Sudrajat ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah gang sempit di kawasan permukiman padat penduduk di Jakarta Pusat pada Senin dini hari. Peristiwa penikaman ini menggegerkan warga di lingkungan tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum penikaman terjadi, korban dan pelaku yang berinisial AR berusia 25 tahun sempat terlibat cekcok. Perselisihan itu kemudian berujung pada serangan yang merenggut nyawa korban.
Saat kejadian, korban tengah menggendong anaknya. Korban sempat menurunkan dan memasukkan sang anak ke dalam rumah, sebelum pelaku yang membawa sebilah pisau dapur langsung melancarkan serangannya terhadap korban.
Pelaku menikam korban sebanyak dua kali. Akibatnya, korban tumbang bersimbah darah dengan luka tusuk di bagian perut dan dada sebelah kiri, dan nyawanya tidak tertolong di lokasi kejadian.
Menurut keterangan yang beredar, pelaku diduga nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal setelah ditinggalkan di sebuah pondok pesantren di Garut, Jawa Barat. Motif tersebut masih akan didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Seusai kejadian, pelaku sempat dihakimi warga karena berusaha melarikan diri dan melawan saat hendak diamankan. Petugas akhirnya mengamankan pelaku dan membawanya untuk menjalani pemeriksaan, sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara polisi menemukan sebuah pisau yang dibuang pelaku di dekat lokasi.
Jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dengan pelaku berstatus tersangka dan asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga proses hukum berjalan.
