Aksi kekerasan yang dilakukan sebuah kelompok gangster mengguncang ketenangan warga di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Penyerangan terhadap warga itu terjadi pada Minggu dini hari dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar yang merasa terancam oleh aksi sekelompok orang tersebut.
Akibat penyerangan tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka parah. Luka-luka itu disebabkan oleh sabetan senjata tajam yang digunakan para pelaku saat melancarkan aksinya terhadap warga di kawasan padat penduduk tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, tim Operasional Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Johar Baru bergerak cepat untuk mengejar dan menangkap para pelaku. Penyelidikan dilakukan dengan menelusuri sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian maupun tempat berkumpulnya para pelaku setelah penyerangan terjadi.
Dalam proses pengejaran, petugas berhasil mengamankan sejumlah pemuda yang tengah berkumpul di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu sore. Mereka diamankan tanpa perlawanan saat petugas melakukan penangkapan di lokasi tersebut.
Dari tangan para pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa dua bilah senjata tajam berukuran besar dan kecil. Senjata tajam itu sebelumnya disembunyikan oleh para pelaku dalam upaya menghindari kecurigaan petugas yang sedang melakukan pengejaran.
Selain itu, petugas juga mengamankan tiga pelaku lainnya di sejumlah lokasi yang berbeda. Dari para pelaku yang ditangkap tersebut, dua orang di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur, sehingga penanganannya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku bagi pelaku anak.
Hingga saat ini, kepolisian menyatakan masih terus memburu para pelaku lain yang turut terlibat dalam penyerangan tersebut, termasuk sosok yang diduga menjadi otak dari aksi kelompok gangster itu. Penangkapan lanjutan diharapkan dapat mengungkap motif sekaligus jaringan di balik penyerangan terhadap warga Tanah Tinggi, Johar Baru.
