Peristiwa yang menimpa sejumlah anggota Polri di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memasuki babak baru setelah proses pencarian terhadap dua anggota yang sebelumnya dinyatakan hilang resmi ditutup. Penutupan proses pencarian dilakukan setelah kedua anggota tersebut ditemukan, sehingga fokus penanganan kini beralih pada pengejaran terhadap para terduga pelaku.
Menurut keterangan yang disampaikan dari lokasi, dua anggota yang dimaksud adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada dua hari yang berbeda dan di dua desa yang berbeda. Dengan ditemukannya kedua anggota tersebut, proses pencarian korban dinyatakan telah selesai secara resmi oleh pihak kepolisian.
Peristiwa ini bermula dari kegiatan penggerebekan terkait narkoba yang dilakukan aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Katingan beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota Polri dilaporkan menjadi korban penyerangan, yang kemudian memicu penurunan tim gabungan dalam skala besar untuk melakukan pencarian sekaligus pengejaran terhadap para pelaku.
Setelah proses pencarian ditutup, upaya pemburuan terhadap para terduga pelaku terus dilanjutkan oleh tim gabungan. Tim tersebut terdiri dari personel Brimob Polda Kalimantan Tengah, Sabhara Polda Kalimantan Tengah, hingga perbantuan dari tim Markas Besar Polri. Pengejaran dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dapat ditindak sesuai hukum.
Dalam perkembangan terkini, tim gabungan telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial A. Menurut informasi di lapangan, terduga pelaku tersebut ditemukan berada di sebuah perahu di salah satu desa di Kabupaten Katingan saat dilakukan pengamanan oleh tim gabungan yang bersenjata.
Selain itu, tim gabungan juga berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku lain berinisial R yang ditangkap sehari sebelumnya. Terduga pelaku berinisial R disebut turut diduga memiliki keterlibatan dalam peristiwa penyerangan terhadap anggota kepolisian di wilayah Desa Tumbang Kalemei tersebut, sehingga statusnya masih didalami lebih lanjut.
Saat ini, aparat masih memburu satu sosok yang diduga menjadi aktor utama dalam peristiwa penyerangan tersebut. Sosok itu juga disebut sebagai terduga bandar narkotika yang menjadi target operasi di Desa Kalemei. Pemburuan dilakukan melalui jalur sungai, jalur darat, maupun jalur udara oleh tim gabungan kepolisian, baik dari Markas Besar Polri maupun Polda Kalimantan Tengah, untuk memastikan aktor utama dapat segera ditangkap.
