Tiga anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, dinyatakan gugur dalam tugas setelah operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei berujung bentrok dengan sekelompok warga. Ketiga anggota sempat dilaporkan hilang usai peristiwa itu, dan satu per satu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban terakhir ditemukan di Sungai Katingan pada Minggu 5 Juli, sehingga melengkapi kabar duka bahwa seluruh personel yang hilang telah gugur.
Peristiwa bermula dari operasi penindakan yang dilakukan tim gabungan terhadap seorang terduga bandar sabu di kawasan tersebut pada Kamis 2 Juli 2026. Sebanyak dua belas personel Satres Narkoba Polres Katingan diterjunkan dalam operasi itu, namun situasi berubah menjadi bentrok ketika tim berhadapan dengan sekelompok warga desa. Dalam kekacauan tersebut, tiga anggota kepolisian terpisah dari rombongan dan sempat dinyatakan hilang saat berupaya menyelamatkan diri.
Ketiga polisi yang gugur akhirnya ditemukan di tiga tempat yang berbeda dan pada hari yang tidak bersamaan. Aiptu Yudi Perdana Putra ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara, sementara Aiptu Sumarianto dan Briptu Nopandri Ramadana ditemukan di aliran Sungai Katingan. Menurut keterangan petugas di lapangan, jenazah Nopandri berada sekitar tiga puluh enam kilometer dari titik awal lokasi penggerebekan, tepatnya di kawasan Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.
Berdasarkan ciri-ciri fisik, salah satu jenazah dipastikan merupakan Briptu Nopandri Ramadana, dan para korban ditemukan dalam kondisi tubuh dengan luka akibat serangan senjata tajam. Seluruh jenazah selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara di Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan otopsi, guna memastikan penyebab kematian secara resmi sebagai bagian dari proses penyidikan yang tengah berjalan.
Setelah seluruh korban ditemukan, kepolisian menyatakan operasi pencarian resmi ditutup. Menurut penjelasan petugas, dengan ditemukannya Aiptu Sumarianto dan Briptu Nopandri dalam kondisi meninggal dunia, kegiatan pencarian dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan tahap perburuan terhadap para terduga pelaku. Tim gabungan menegaskan bahwa proses berikutnya difokuskan pada pengejaran mereka yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas.
Dalam perkembangan penindakan, aparat menyebut sejumlah terduga pelaku telah diamankan. Seorang terduga pelaku berinisial R diamankan di sebuah kampung di Kecamatan Katingan Tengah, sementara terduga lain berinisial A sebelumnya diamankan saat berada di sebuah perahu di salah satu desa di Kabupaten Katingan. Perburuan terhadap aktor utama yang diduga sebagai bandar narkotika masih terus dilakukan tim gabungan melalui jalur sungai, jalur darat, maupun jalur udara.
Pengejaran itu melibatkan personel gabungan dari Brigade Mobil Polda Kalimantan Tengah, Sabhara Polda Kalimantan Tengah, hingga perbantuan tim Markas Besar Polri. Di tengah proses tersebut, jenazah Briptu Nopandri Ramadana tiba di rumah duka di Jalan Rahajang, Kasongan, Kabupaten Katingan, pada Minggu pagi, dan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memberikan penghormatan terakhir kepada anggota yang gugur. Pihak keluarga berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan menuntaskan perburuan terhadap para pelaku.
