Kondisi tanggul di Dusun Tegal Rojo, Desa Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi perhatian warga karena dinilai sudah berada dalam kondisi kritis. Tanggul yang seharusnya menjadi pelindung utama itu dikhawatirkan tidak lagi mampu menahan air saat banjir besar datang, sehingga permukiman warga di sekitarnya berpotensi terancam bila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penanganan yang memadai.
Kepala Dusun setempat, Sanyoto, menyampaikan harapan agar pembangunan tanggul yang bersifat permanen dapat segera direalisasikan. Menurutnya, penanganan yang sifatnya sementara selama ini belum mampu memberikan rasa aman bagi warga, sebab kekhawatiran akan jebolnya tanggul tetap muncul setiap kali musim hujan tiba dan debit air mulai meningkat di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa persoalan tanggul kritis ini sebenarnya bukan hal yang baru, melainkan sudah berlangsung sekitar lima tahun. Selama kurun waktu itu, sejumlah pihak, termasuk anggota dewan, disebut pernah datang untuk meninjau kondisi di lapangan. Namun, menurut warga, peninjauan tersebut belum diikuti dengan langkah penanganan yang nyata untuk mengatasi permasalahan secara tuntas.
Sanyoto mengungkapkan bahwa saat banjir yang terjadi pada 2025 lalu, ketinggian air di kawasan itu sempat mencapai sekitar setengah meter. Ia menyayangkan bahwa dalam kondisi seperti itu belum ada penanganan yang datang, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, sehingga warga merasa harus berupaya sendiri untuk menghadapi ancaman banjir yang berulang.
Sebagai langkah darurat, warga akhirnya menangani kondisi tanggul secara swadaya dengan kemampuan yang mereka miliki. Meski demikian, penanganan swadaya tersebut dinilai hanya mampu bertahan sekitar dua tahun sebelum kembali rusak akibat banjir. Warga menegaskan bahwa upaya sementara seperti ini belum maksimal dan tetap menyisakan kekhawatiran akan jebolnya tanggul sewaktu-waktu.
Camat Weleri, Mahmud Eko Saputro, menyatakan bahwa kondisi kritis tanggul tersebut telah berulang kali dilaporkan kepada pemerintah Kabupaten Kendal maupun pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pihak kecamatan disebut terus mendorong agar pembangunan tanggul secara permanen dapat segera dilakukan, mengingat kondisinya yang dinilai semakin kritis dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat di sekitarnya.
