Sebanyak 150 penumpang kapal motor Makmur Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin dan akhirnya kandas di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Insiden yang terjadi pada Minggu siang itu sempat menimbulkan kepanikan di antara para penumpang, mengingat kapal terombang-ambing di laut sebelum akhirnya terdampar. Meski berlangsung menegangkan, seluruh proses evakuasi pada akhirnya dapat berjalan dengan hasil yang melegakan bagi semua pihak.
Kapal motor Makmur Jaya sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Kaliadem, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan tujuan Pulau Pramuka. Kapal tradisional ini mengangkut ratusan penumpang yang hendak menyeberang menuju kawasan Kepulauan Seribu. Perjalanan yang semestinya berlangsung normal itu berubah menjadi situasi darurat ketika kapal mengalami masalah teknis di tengah laut, sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran sebagaimana mestinya.
Menurut informasi yang dihimpun, kapal mengalami mati mesin saat berada di perairan Kepulauan Seribu. Kondisi mesin yang mati tersebut diduga disebabkan oleh bahan bakar yang tercampur dengan air, sehingga mesin kapal tidak mampu bekerja secara normal. Akibat kehilangan tenaga penggerak, kapal pun tidak lagi dapat dikendalikan dan mulai terombang-ambing mengikuti arus serta gelombang laut di sekitar lokasi kejadian.
Dalam kondisi terombang-ambing itu, kapal akhirnya kandas di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Situasi tersebut menempatkan ratusan penumpang dalam posisi yang rawan, terlebih karena kejadian berlangsung di tengah laut yang saat itu berombak. Kapal yang terdampar membuat para penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus menunggu proses evakuasi dari petugas yang datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Proses evakuasi terhadap para penumpang disebut berlangsung dramatis di tengah gelombang yang cukup tinggi. Para penumpang dievakuasi secara bertahap dan sebagian di antaranya berjalan menuju daratan Pulau Pari yang berada di lokasi terdekat. Kondisi laut yang berombak menambah tingkat kesulitan dalam upaya penyelamatan, sehingga dibutuhkan kehati-hatian ekstra agar seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman ke tempat yang lebih aman.
Petugas gabungan dari berbagai unsur, termasuk pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta kepolisian, dikerahkan untuk membantu proses evakuasi para penumpang. Petugas bahu-membahu memindahkan penumpang dari kapal yang kandas menuju lokasi yang aman. Koordinasi antarinstansi tersebut menjadi kunci agar seluruh rangkaian evakuasi terhadap 150 penumpang dapat berjalan tanpa menimbulkan korban.
Seluruh penumpang kapal motor Makmur Jaya pada akhirnya dinyatakan selamat, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, para penumpang disebut melanjutkan perjalanan mereka dengan menggunakan kapal yang disediakan oleh petugas. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya memastikan kelaikan kapal serta kualitas bahan bakar sebelum berlayar, terutama untuk pelayaran yang mengangkut banyak penumpang.
