LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

KNKT ungkap temuan tabrakan kereta April, sinyal bantu terganggu cahaya sekitar

KNKT ungkap temuan tabrakan kereta April, sinyal bantu terganggu cahaya sekitar

Komite Nasional Keselamatan Transportasi memaparkan temuan investigasi kecelakaan kereta akhir April di hadapan Komisi V DPR. Terungkap adanya dua tabrakan beruntun, gangguan pada sinyal bantu, serta persoalan perlintasan sebidang liar yang masih banyak tidak terjaga.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT memaparkan temuan investigasi atas insiden kecelakaan kereta yang terjadi pada akhir April lalu, peristiwa yang menelan belasan korban meninggal dunia dan ratusan korban luka-luka. Menurut laporan Metro TV, pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, sebagai bagian dari upaya menelusuri penyebab kecelakaan dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Dalam pemaparannya, KNKT mengungkap fakta bahwa pada malam kejadian sebenarnya terdapat dua kecelakaan kereta yang terjadi dalam waktu yang berdekatan. Temuan ini memperlihatkan bahwa rangkaian peristiwa di lokasi tersebut lebih kompleks dari gambaran awal, dan menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai faktor yang saling berkaitan pada malam itu.

Tabrakan pertama melibatkan sebuah taksi listrik dengan rangkaian kereta rel listrik 5181B di sebuah perlintasan sebidang liar. Adapun tabrakan kedua terjadi antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Perjalanan Luar Biasa 5568A. Dua insiden yang berdekatan ini menjadi fokus utama penyelidikan tim KNKT dalam mengurai kronologi dan penyebab kecelakaan.

Selain persoalan teknis pada taksi listrik yang terlibat, KNKT juga mengungkap adanya masalah pada sinyal bantu di lokasi kecelakaan. Komponen sinyal ini seharusnya menjadi salah satu pengaman penting bagi masinis, namun pada malam kejadian fungsinya tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga turut berkontribusi pada terjadinya tabrakan.

Persoalan diperparah oleh kondisi wilayah pada malam hari yang dipenuhi sumber cahaya lain, berasal dari keberadaan pasar dan tempat tinggal warga di sekitar rel. Menurut KNKT, sinyal bantu yang semestinya dapat terlihat dari jarak sekitar 200 meter di muka menjadi terdistraksi oleh lampu-lampu di sekitarnya, sehingga masinis dan asisten masinis tidak dapat melihatnya dengan baik dan kehilangan kesempatan untuk menghindari kecelakaan.

Persoalan perlintasan tanpa palang pintu resmi memang masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, terutama bagi para pengendara kendaraan bermotor. PT Kereta Api Indonesia mencatat sepanjang tahun 2023 hingga 2026 terjadi tidak kurang dari 1.074 kecelakaan kereta di perlintasan sebidang, dan sebanyak 80 persen di antaranya disebabkan oleh perlintasan yang tidak terjaga.

Ironisnya, dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada saat ini, hampir separuhnya tidak terjaga. Salah satu contohnya adalah perlintasan di Jalan Gedung Walet, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang sejak sekitar tahun 1990 dioperasikan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Para relawan penjaga palang pintu di sana belum pernah dibekali pelatihan prosedur keselamatan, dan hanya membuka serta menutup palang dengan mengikuti perubahan sinyal lampu saat kereta akan melintas.

Loading article...