LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, dugaan suap proyek 1,2 miliar

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, dugaan suap proyek 1,2 miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Bupati Langkat, Syah Afandin, bersama enam orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan. OTT tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, khususnya pada sejumlah paket pekerjaan di dua satuan kerja pemerintahan, termasuk di Dinas Pendidikan. Menurut KPK, Syah Afandin diduga menerima uang suap sekitar 1,2 miliar rupiah yang berasal dari puluhan paket proyek, dengan meminta jatah atau potongan berkisar antara sepuluh hingga tujuh belas persen dari nilai proyek. Dalam rangkaian OTT ini, KPK menggeledah sejumlah lokasi, di antaranya kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Langkat, kantor Bupati, hingga ruang pribadi di rumah dinas Bupati. Penangkapan ini disebut mengejutkan, termasuk oleh Wakil Bupati Langkat yang mengaku tidak menduga adanya keterlibatan Syah Afandin.

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menjaring seorang kepala daerah dalam sebuah operasi tangkap tangan. Kali ini yang diamankan adalah Bupati Langkat, Syah Afandin, yang ditangkap bersama enam orang lainnya. Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Menurut informasi yang dihimpun, operasi tangkap tangan itu diduga bermula dari kasus suap yang berkaitan dengan sejumlah paket pekerjaan proyek di lingkungan pemerintah kabupaten. Proyek-proyek tersebut tersebar di dua satuan kerja pemerintahan, salah satunya berada di Dinas Pendidikan, yang menjadi salah satu titik perhatian penyidik dalam perkara ini.

KPK menyebut bahwa Syah Afandin diduga menerima uang suap dengan nilai sekitar 1,2 miliar rupiah. Uang tersebut diduga berasal dari puluhan paket proyek yang dikerjakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Dalam menjalankan dugaan praktik ini, Bupati disebut meminta bagian atau jatah dari nilai proyek yang dikerjakan oleh para rekanan.

Berdasarkan pendalaman penyidik, potongan atau jatah yang diminta diduga berkisar antara sepuluh hingga tujuh belas persen dari nilai proyek. Skema semacam ini disebut menjadi cara bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dari anggaran pembangunan yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat di daerah tersebut.

Dalam rangkaian operasi tangkap tangan ini, tim KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk mengumpulkan barang bukti. Beberapa tempat yang digeledah antara lain kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Langkat, kantor Bupati Langkat, hingga ruang pribadi yang berada di rumah dinas Bupati. Dari penggeledahan itu, penyidik berupaya menelusuri aliran dana dan dokumen yang terkait dengan perkara.

Penangkapan Bupati Langkat ini menimbulkan kejutan di lingkungan pemerintah daerah setempat. Wakil Bupati Langkat, saat ditanya sejumlah awak media, menyatakan bahwa penangkapan tersebut sangat mengejutkan dan mengaku tidak menduga adanya keterlibatan Syah Afandin dalam dugaan perkara suap proyek itu.

Setelah diamankan, Syah Afandin beserta pihak-pihak lain yang turut ditangkap dibawa ke Gedung KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. KPK akan mendalami peran masing-masing pihak sebelum menentukan status hukum mereka dalam perkara dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat tersebut.

Loading article...