Sejumlah mes milik perusahaan perkebunan di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, dibakar massa setelah seorang warga tewas. Kematian warga itu diduga terkait dengan penganiayaan yang dilakukan oleh pihak pengamanan kebun, sehingga memicu kemarahan warga sekitar.
Massa yang spontan mengamuk membakar beberapa mes yang terletak di Sukarame Baru, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara. Aksi pembakaran tersebut menjadi puncak dari ketegangan yang terjadi menyusul tewasnya warga setempat.
Sebelum aksi pembakaran, keributan sempat terjadi di Markas Kepolisian Sektor Kualuh Hulu. Keributan itu berlangsung antara keluarga korban, Louis David Huta Barat, dengan pihak perkebunan terkait peristiwa yang menewaskan David.
Menurut Kapolres Labuhan Batu, AKP Wahyu Indrajaya, David tewas usai pihak keamanan perkebunan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku di dalam kebun sawit. Peristiwa itulah yang kemudian berujung pada kematian David dan memicu reaksi keras dari warga.
Untuk memastikan duduk perkara kasus ini, polisi melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 10 orang saksi. Empat di antara saksi tersebut merupakan petugas keamanan perusahaan yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian, selain warga dan pihak keluarga korban.
Penanganan kasus ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses hukum berjalan dan tanggung jawab masing-masing pihak dapat dibuktikan. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan tewasnya warga serta aksi pembakaran yang menyusul.
Saat ini, kondisi di lokasi disebut sudah berangsur normal setelah sempat memanas. Meski demikian, petugas kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi terjadinya kembali gesekan di tengah situasi yang belum sepenuhnya reda.
