Pemerintah memutuskan untuk memperluas program Magang Nasional sekaligus mempercepat pembangunan sejumlah Sekolah Unggul Garuda yang baru. Kedua langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih siap menghadapi persaingan di tingkat global.
Program Magang Nasional disebut telah diikuti oleh lebih dari 102 ribu peserta hingga saat ini. Ke depan, program tersebut akan diperluas dengan target mencapai 150 ribu peserta pada batch keempat yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.
Selain memperluas program magang, pemerintah juga mempercepat pembangunan empat Sekolah Unggul Garuda baru. Keempat sekolah tersebut akan dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Kalimantan Utara, sehingga sebarannya menjangkau beberapa wilayah di Indonesia.
Pemerintah menegaskan bahwa program Magang Nasional dan Sekolah Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang. Keduanya dinilai penting untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan siap bersaing di tingkat global pada masa mendatang.
Untuk mendukung kedua program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran dengan nilai total mencapai 6,26 triliun rupiah. Alokasi anggaran ini ditujukan untuk membiayai pelaksanaan program magang sekaligus pelatihan yang menjadi prioritas pemerintah.
Dari total anggaran tersebut, sebesar 4,14 triliun rupiah dialokasikan untuk program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta. Sementara itu, sebesar 2,12 triliun rupiah dialokasikan untuk pelatihan vokasi yang diprioritaskan bagi 220 ribu peserta di berbagai daerah.
