Dua unit bangunan rumah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ludes terbakar pada Senin malam dalam peristiwa yang diduga dipicu oleh korsleting listrik. Kebakaran terjadi di sebuah rumah kos-kosan yang berada di Jalan Angkasa 6, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panaikang, di tengah permukiman padat penduduk. Api yang membesar dengan cepat membuat warga panik dan langsung berhamburan keluar dari rumah mereka.
Lokasi kebakaran yang berada di rumah kos membuat dampak kerugian terasa cukup besar, karena bangunan jenis ini umumnya dihuni banyak orang dalam satu atap. Dua unit rumah yang berdekatan hangus dilalap api sebelum petugas berhasil mengendalikan situasi. Posisi bangunan yang berimpitan di kawasan permukiman padat turut memperbesar kekhawatiran warga bahwa api akan menjalar lebih luas.
Kepanikan warga di sekitar lokasi tak terhindarkan, terutama karena api dengan cepat membesar dan dikhawatirkan merembet ke rumah-rumah lain yang berada hanya beberapa langkah dari titik kebakaran. Sejumlah warga terlihat berlarian menjauhi sumber api, sementara yang lain berupaya memberi peringatan kepada tetangga agar segera menyelamatkan diri. Suasana mencekam menyelimuti lingkungan tersebut hingga petugas datang.
Di tengah situasi genting itu, sebagian warga nekat masuk kembali untuk menyelamatkan barang berharga serta perabotan rumah tangga mereka. Mereka berusaha mengeluarkan apa pun yang masih bisa diselamatkan sebelum api benar-benar menguasai bangunan. Upaya warga ini menambah kesibukan di lokasi, di mana orang-orang berlalu lalang membawa barang sambil menjauhi kobaran api yang terus membesar.
Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan api. Namun, kondisi medan menjadi kendala serius. Sempitnya akses lorong menuju titik kebakaran membuat armada pemadam berukuran besar tidak dapat mendekat ke lokasi. Hal ini memperlambat proses pemadaman pada menit-menit awal yang justru paling menentukan.
Untuk menyiasati keterbatasan akses tersebut, petugas terpaksa menarik selang dengan jarak yang cukup panjang agar dapat menjangkau titik api di dalam lorong. Strategi ini memungkinkan air tetap dialirkan ke sumber kebakaran meskipun mobil pemadam harus berhenti pada jarak tertentu dari bangunan yang terbakar. Petugas bekerja keras menahan laju api agar tidak meluas ke rumah-rumah warga lainnya.
Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik. Dugaan ini menjadi catatan penting mengingat kebakaran akibat masalah kelistrikan kerap terjadi di permukiman padat dengan lorong-lorong sempit, yang menyulitkan penanganan cepat. Peristiwa di Jalan Angkasa ini kembali menyoroti betapa rentannya kawasan padat penduduk terhadap risiko kebakaran.
