LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

SPMB online di Makassar bermasalah, ratusan orang tua mengadu

SPMB online di Makassar bermasalah, ratusan orang tua mengadu

Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB jalur domisili tingkat SD dan SMP secara online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami sejumlah kendala teknis. Akibatnya, pada hari kedua masa pendaftaran, ratusan orang tua calon peserta didik mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar di Jalan AP Pettarani untuk mengadukan masalah yang mereka alami. SPMB jalur domisili ini dibuka sejak 22 Juni 2026 dan rencananya ditutup pada 26 Juni 2026. Sejumlah orang tua mengeluhkan data yang tidak terbaca di sistem, alamat yang tidak sesuai di Dapodik, serta titik koordinat domisili yang tidak kunjung berubah meski sudah dicoba berhari-hari.

Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB jalur domisili untuk tingkat SD dan SMP secara online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai sejumlah kendala teknis. Persoalan ini membuat banyak orang tua kesulitan mendaftarkan anak mereka melalui sistem yang disediakan. Akibatnya, pada hari kedua masa pendaftaran, ratusan orang tua calon peserta didik memilih untuk langsung mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar guna mengadukan kendala yang mereka hadapi selama proses pendaftaran berlangsung.

SPMB jalur domisili tingkat SD dan SMP di Kota Makassar mulai dibuka pada 22 Juni 2026 dan rencananya akan ditutup pada 26 Juni 2026. Namun, sejak proses pendaftaran online dibuka, sejumlah kendala langsung dirasakan, terutama oleh para orang tua siswa. Di kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar yang berada di Jalan AP Pettarani, antrean orang tua, murid, maupun siswa terlihat membludak sejak pagi hari. Mereka datang untuk menyampaikan berbagai aduan terkait kesulitan yang dialami saat mencoba mendaftar secara daring.

Salah satu orang tua, Ibu Erni, mengaku kendalanya terkait perbedaan alamat. Ia hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang SMP, namun data anaknya tidak terdaftar dengan benar sehingga tidak terbaca di komputer. Pihak sekolah lalu mengarahkannya untuk datang ke Dinas Pendidikan agar alamat yang salah dapat diubah ke alamat yang sesuai, supaya pendaftaran SMP bisa dilanjutkan. Meski sudah mencoba sejak sebelumnya, persoalan itu belum selesai. Ibu Erni mengatakan dirinya telah menunggu sejak pukul 9 pagi, tetapi hingga saat itu belum ada penyelesaian.

Orang tua lainnya, Ibu Reski, menghadapi masalah pada titik koordinat domisili. Ia ingin mendaftarkan anaknya melalui jalur domisili yang mensyaratkan titik koordinat lokasi tempat tinggal. Namun, ketika ia mengecek sistem pada pagi hari, titik koordinat tersebut tidak kunjung berubah meski sudah dicoba. Ia menyebut sudah dua hari mengurus persoalan ini dan belum juga selesai, karena titik koordinatnya tidak berubah sama sekali. Anaknya sendiri berasal dari SD swasta dan hendak melanjutkan ke SMP negeri melalui jalur domisili tersebut.

Keluhan para orang tua umumnya berkisar pada data yang tidak diperbarui atau tidak terbaca dalam sistem pendaftaran daring. Persoalan seperti alamat yang tidak sesuai di data pokok pendidikan dan titik koordinat domisili yang tidak berubah membuat sebagian orang tua harus bolak-balik mengurus perbaikan data. Beberapa orang tua menilai proses tahun ini terasa lebih rumit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena mereka kini harus datang langsung ke Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan kendala yang muncul di sistem online.

Dengan masa pendaftaran yang dijadwalkan ditutup pada 26 Juni 2026, kendala teknis ini menambah kekhawatiran para orang tua yang anaknya belum berhasil terdaftar. Mereka berharap persoalan pada sistem dapat segera diatasi agar proses pendaftaran bisa berjalan lancar sebelum batas waktu berakhir. Membludaknya orang tua yang datang mengadu ke kantor Dinas Pendidikan sejak pagi menunjukkan bahwa kendala pada pendaftaran SPMB jalur domisili secara online di Kota Makassar masih menjadi persoalan yang perlu segera dibenahi.

Loading article...