LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Bocah Tiga Tahun Terperosok ke Lubang Galian Proyek di Manggarai, Meninggal Setelah Proses Evakuasi

Bocah Tiga Tahun Terperosok ke Lubang Galian Proyek di Manggarai, Meninggal Setelah Proses Evakuasi

Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun terperosok ke dalam lubang galian di sebuah proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, saat bermain. Tim gabungan harus berjuang dalam proses evakuasi yang berlangsung lama. Bocah itu sempat ditemukan dalam kondisi hidup, namun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sebuah peristiwa duka terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ketika seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun terperosok ke dalam lubang galian di sebuah proyek pembangunan lapangan multifungsi. Insiden itu terjadi saat bocah tersebut tengah asyik bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek.

Menurut keterangan yang dihimpun, bocah itu diduga tidak mengetahui adanya lubang galian di area proyek tersebut, sehingga ia terjatuh dan terperosok ke dalamnya. Melihat kejadian itu, teman-temannya langsung melapor ke pos jaga setempat, yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak berwenang.

Proses evakuasi pada awalnya dilakukan secara manual. Pihak kepolisian menurunkan satu personel berbadan kecil untuk masuk ke dalam lubang. Namun, karena lubang tersebut terlalu sempit, tim kepolisian meminta bantuan dari pihak pemadam kebakaran serta tenaga medis untuk membantu proses pengeluaran korban.

Evakuasi berlangsung dramatis dan harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Petugas khawatir terjadi longsor yang dapat menutup lubang tempat bocah itu berada. Proses evakuasi yang berlangsung lama itu baru selesai dilaksanakan sekitar pukul 03.55 dini hari Waktu Indonesia Barat, Minggu, 28 Juni 2026.

Saat berhasil dikeluarkan dari dalam lubang, bocah malang tersebut sempat ditemukan dalam kondisi hidup. Namun, ketika dibawa ke rumah sakit RSCM Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan, ia tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Lokasi proyek lapangan multifungsi itu berada di tengah permukiman yang padat penduduk, di mana banyak anak-anak kerap bermain di area proyek yang belum selesai dikerjakan. Pengamanan di lokasi dinilai masih sangat minim, karena hanya berupa seng rendah yang masih menyisakan celah sehingga dapat dimasuki oleh anak-anak.

Lokasi tersebut juga dinilai cukup berbahaya karena berada di dekat jalur yang kerap dilintasi armada Transjakarta dengan kecepatan tinggi. Atas kejadian ini, sejumlah pihak mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak mereka, agar peristiwa duka serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Loading article...