LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Mantan menantu rancang pembunuhan seluruh keluarga di Medan

Mantan menantu rancang pembunuhan seluruh keluarga di Medan

Polisi mengungkap kasus pembunuhan berencana oleh mantan menantu yang bersama komplotannya merencanakan untuk menghabisi seluruh penghuni rumah agar tidak meninggalkan saksi. Pelaku positif amfetamin dan ekstasi.

Polisi mengungkap kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan menantu korban bersama komplotannya di Medan. Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi tersebut bukan perampokan biasa melainkan kejahatan yang telah direncanakan sejak jauh hari dengan tujuan menghabisi seluruh penghuni rumah.

Niat para pelaku diduga tidak berhenti pada perampokan semata. Rencana mereka berkembang menjadi aksi untuk menghabisi seluruh penghuni rumah mulai dari suami, istri, hingga anak-anak korban. Tujuannya adalah tidak meninggalkan saksi yang bisa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Aksi pembunuhan ini bukan percobaan pertama. Tiga minggu sebelumnya, tepatnya pada 8 April, pelaku berinisial AF diduga pernah merampok rumah korban dan berhasil membawa kabur uang sekitar 4 juta rupiah. Keberhasilan aksi pertama inilah yang diduga membuat pelaku kembali datang dengan rencana yang lebih matang.

AF diketahui menikah dengan anak korban pada tahun 2022 namun kemudian meninggalkan rumah pada 2023 tanpa proses perceraian resmi. Sejak saat itu hubungan dengan keluarga korban diduga mulai merenggang dan dendam pribadi mulai tumbuh.

Setelah pergi ke Medan dan bekerja di dunia malam, AF bertemu dan menjalin hubungan asmara baru. Kekayaan keluarga korban diduga mulai dilirik sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup.

Polisi juga menemukan dugaan keterlibatan narkoba dalam kasus ini. Dari hasil tes urin, para pelaku dinyatakan positif mengandung amfetamin dan ekstasi. Temuan ini menjadi perhatian penyidik karena zat terlarang tersebut dapat memengaruhi kontrol diri dan mendorong perilaku berisiko tinggi.

Kasus ini mengguncang masyarakat dan menjadi pengingat bahwa kejahatan yang bermotif dendam pribadi dan tekanan ekonomi dapat berujung pada tindakan yang sangat keji. Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan semua pelaku yang terlibat dapat diproses secara hukum.

Loading article...