Sebuah rekaman video amatir kembali beredar dan memperlihatkan kondisi para kru kapal tanker minyak MT Honour 25 yang disandera oleh perompak Somalia. Beredarnya kembali video tersebut membuat nasib para awak kapal itu kembali menjadi sorotan, terutama terkait kondisi mereka yang telah cukup lama berada dalam penyanderaan.
Dalam video yang beredar, para kru kapal terlihat duduk di sebuah ruangan atau anjungan kapal. Mereka memperlihatkan makanan serta air minum yang tampak keruh kepada kamera. Gambaran itu memberikan petunjuk mengenai keadaan yang harus mereka hadapi selama berada di bawah penguasaan para perompak di atas kapal.
Para kru kapal MT Honour 25 disebut telah disandera sejak 21 April 2026 lalu. Dengan demikian, hingga video tersebut kembali beredar, mereka sudah berada dalam kondisi penyanderaan selama kurang lebih dua bulan. Rentang waktu yang panjang itu menambah kekhawatiran terhadap keselamatan dan kondisi para awak kapal.
Melalui video tersebut, para kru kapal menyampaikan permohonan bantuan. Mereka meminta pemerintah Indonesia untuk turun tangan dan membantu proses pembebasan agar mereka dapat segera keluar dari situasi penyanderaan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan di perairan tersebut.
Selain soal keselamatan, kondisi logistik di atas kapal juga menjadi perhatian utama. Pasokan makanan disebut sudah habis, sementara stok air bersih juga telah ludes. Akibatnya, para kru kapal terpaksa meminum air yang tidak layak konsumsi karena tidak ada lagi persediaan air bersih yang tersisa untuk mereka.
Kondisi yang dialami para kru selama dua bulan terakhir itu menimbulkan keprihatinan, mengingat mereka berada dalam keadaan tanpa makanan dan air minum yang layak. Harapan pun muncul agar pemerintah dapat merespons dengan cepat dan mengupayakan pembebasan para awak kapal yang masih disandera di perairan lepas tersebut.
