Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api terjadi di sebuah perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam peristiwa tersebut, sebuah truk boks ekspedisi tertabrak oleh kereta api Logawa yang tengah melintas, dan insiden ini berujung pada tewasnya sopir truk di lokasi kejadian.
Kecelakaan itu terjadi di perlintasan sebidang yang berada di Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Perlintasan tersebut merupakan perlintasan yang dilengkapi dengan palang pintu, sehingga peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di titik-titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika truk boks ekspedisi tersebut melaju dari arah timur dan hendak melintasi perlintasan. Pada saat yang hampir bersamaan, kereta api Logawa juga tengah melintas di jalur tersebut, sehingga truk dan kereta berada di titik yang sama dalam waktu yang nyaris berbarengan.
Tabrakan pun tidak dapat dihindari. Kereta api Logawa yang sedang melaju langsung menghantam bagian truk boks dengan keras. Benturan yang sangat kuat itu membuat truk terpental dari posisinya, hingga akhirnya terguling dan mengalami kerusakan parah atau ringsek di bagian bodinya.
Akibat benturan yang begitu keras tersebut, sopir truk boks tidak dapat menyelamatkan diri. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Kondisi truk yang ringsek parah menggambarkan betapa kuatnya benturan yang terjadi antara kereta dan kendaraan tersebut.
Tidak hanya menimpa truk boks, imbas dari kecelakaan ini juga dirasakan oleh pihak lain. Seorang pengendara sepeda motor yang tengah melintas di sekitar lokasi turut terkena dampak dari kecelakaan tersebut, sehingga menambah jumlah korban dalam peristiwa di perlintasan sebidang itu.
Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai pentingnya kehati-hatian ekstra bagi para pengendara saat melintasi perlintasan kereta api, terutama perlintasan sebidang. Kecepatan kereta yang tinggi membuat benturan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa, sehingga kepatuhan terhadap rambu dan palang pintu menjadi sangat penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.
