LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Lansia tembak petani empat kali dalam sengketa lahan di OKI

Lansia tembak petani empat kali dalam sengketa lahan di OKI

Seorang lanjut usia menembak seorang petani sebanyak empat kali dalam sebuah peristiwa yang dipicu oleh sengketa lahan di Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Penembakan itu bermula dari selisih paham antara korban dan pelaku terkait pekerjaan lahan garapan. Akibat perbuatan tersebut, korban terkena empat kali tembakan dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri, namun akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan saat hendak menuju tempat persembunyian di Provinsi Riau. Kasus ini menambah daftar konflik lahan yang berujung pada tindak kekerasan di wilayah tersebut.

Sebuah peristiwa penembakan yang dipicu oleh sengketa lahan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Dalam kejadian tersebut, seorang pria lanjut usia diketahui meletuskan senjata api sebanyak empat kali ke arah seorang petani, hingga menyebabkan korban mengalami luka tembak dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula dari adanya selisih paham antara korban dan pelaku. Perselisihan itu berkaitan dengan pekerjaan lahan garapan yang berada di Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan. Persoalan mengenai lahan tersebut kemudian memanas dan berujung pada tindak kekerasan.

Dalam situasi yang memanas itu, pelaku yang membawa senjata api akhirnya melepaskan tembakan ke arah korban. Tercatat sebanyak empat kali tembakan dilepaskan, dan seluruhnya mengenai tubuh sang petani yang saat itu tidak mampu menghindar dari serangan mendadak tersebut.

Akibat menerima empat luka tembak, kondisi korban cukup memprihatinkan. Petani tersebut segera mendapatkan pertolongan dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak medis terus berupaya menangani luka-luka yang dialami korban akibat penembakan itu.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian untuk menghindari kejaran petugas. Ia berupaya menyelamatkan diri dengan bergerak menjauh dari tempat penembakan, sehingga sempat membuat proses pengejaran oleh aparat berlangsung selama beberapa waktu.

Namun, upaya pelaku untuk kabur tidak berlangsung lama. Sebuah tim gabungan akhirnya berhasil menangkap pelaku saat yang bersangkutan hendak menuju tempat persembunyian di Provinsi Riau. Penangkapan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi proses hukum lebih lanjut atas kasus penembakan yang berlatar sengketa lahan tersebut.

Loading article...