world | tvOne News |
Suasana penyembelihan hewan kurban di Palembang berubah menjadi duka setelah seorang panitia kurban tewas tenggelam di anak sungai Musi. Korban terpeleset saat hendak mencuci babat di tepi sungai yang ternyata memiliki kedalaman cukup dalam. Setelah pencarian selama satu setengah jam, korban ditemukan dalam kondisi tewas.
Suasana perayaan Idul Adha di Kota Palembang, Sumatera Selatan berubah menjadi duka mendalam setelah seorang panitia kurban tewas tenggelam di anak sungai Musi. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Jalan Pangeran Ratu saat proses penyembelihan hewan kurban sedang berlangsung, mengubah momen kebersamaan menjadi kepiluan bagi warga sekitar.
Kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya hendak mencuci babat atau isi jeroan hewan kurban di tepi sungai. Korban diduga terpeleset saat turun ke aliran sungai yang disangka dangkal. Ternyata aliran sungai di lokasi tersebut memiliki kedalaman yang cukup dalam, menyebabkan korban tenggelam dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berusaha melakukan pertolongan. Personel Polresta Besar Palembang turut diturunkan untuk membantu pencarian korban di lokasi kejadian. Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam di aliran anak sungai Musi yang memiliki arus dan kedalaman bervariasi.
Setelah upaya pencarian yang intens, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas. Jenazah korban kemudian dievakuasi dari sungai dan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan yang terjadi selama perayaan Idul Adha di berbagai daerah di Indonesia.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat melakukan aktivitas di dekat badan air, terutama di sungai yang belum diketahui kedalamannya. Banyak anak sungai di Sumatera Selatan memiliki kedalaman yang tidak terduga dan arus yang berbahaya. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tepi sungai tanpa pengamanan yang memadai.