Sebuah insiden penembakan terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, ketika seorang pria ditembak oleh temannya sendiri. Menurut laporan Kompas TV, peristiwa yang menimpa korban itu terjadi pada saat yang bersangkutan sedang hendak membeli kuota atau pulsa untuk ponselnya, sebuah aktivitas sehari-hari yang berujung pada kejadian yang tidak terduga dan menyebabkan korban mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan pelaku sebenarnya hanya saling kenal dan selama ini tidak memiliki persoalan apa pun di antara keduanya. Karena itu, alasan di balik penembakan tersebut hingga kini masih belum diketahui, terlebih korban sendiri mengaku tidak merasa memiliki masalah dengan orang yang menembaknya.
Kejadian bermula ketika korban dan pelaku kebetulan bertemu di jalan pada saat korban hendak membeli pulsa. Pertemuan yang semula terlihat biasa itu kemudian berubah menjadi peristiwa yang mengejutkan, sebab tidak ada tanda-tanda sebelumnya yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut akan berujung pada tindak kekerasan.
Menurut kronologi yang disampaikan, pelaku menghampiri korban dan kemudian melepaskan tembakan ke arah kaki sebelah kanan korban. Senjata yang digunakan dalam penembakan itu disebutkan berupa senapan angin. Serangan mendadak tersebut membuat korban terluka di bagian kaki dan tidak sempat menghindar dari tindakan pelaku.
Akibat penembakan itu, korban mengalami luka yang cukup serius. Hingga saat ini, peluru dari senapan angin tersebut disebut masih bersarang di dalam tulang kaki korban. Kondisi tersebut membuat korban membutuhkan tindakan medis lebih lanjut untuk mengeluarkan proyektil yang belum bisa diangkat dari kakinya.
Ibu korban berharap adanya bantuan untuk biaya operasi yang harus dijalani anaknya. Menurut keterangan yang disampaikan, biaya untuk tindakan operasi guna mengeluarkan peluru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15 juta rupiah, sebuah jumlah yang menjadi beban tersendiri bagi keluarga korban di tengah upaya pemulihan.
Sementara itu, pihak kepolisian disebut telah mengantongi identitas pelaku penembakan tersebut dan saat ini masih melakukan pengejaran untuk menangkapnya. Kasus ini menambah daftar peristiwa kekerasan yang melibatkan penggunaan senapan angin, yang meski kerap dianggap sepele tetap dapat menimbulkan luka serius bagi korbannya.
