Sebuah temuan yang tidak biasa membuat warga di kawasan Tangerang Selatan bertanya-tanya. Sejumlah paspor yang diduga milik jemaah haji dan umroh ditemukan berserakan di ruang publik. Dokumen perjalanan yang seharusnya disimpan dengan hati-hati itu justru tergeletak begitu saja di tepi jalan, memicu perhatian luas setelah gambarnya beredar.
Temuan tersebut berada di kawasan Jalan Letjen Sutopo, BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Sebuah video yang memperlihatkan paspor yang diduga milik para jemaah itu beredar dan menjadi viral di media sosial. Rekaman itulah yang pertama kali membuat publik mengetahui keberadaan dokumen-dokumen tersebut di lokasi.
Jumlah paspor yang ditemukan bukan hanya satu atau dua lembar. Dalam video, tumpukan paspor terlihat teronggok di sekitar halte bus BSD. Banyaknya dokumen yang menumpuk di satu titik itulah yang membuat temuan ini semakin menyita perhatian warganet dan menimbulkan beragam pertanyaan soal asal-usulnya.
Menanggapi temuan yang viral itu, pihak berwenang langsung turun tangan. Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non-TPI Tangerang bergerak cepat dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas mendalami dan menelusuri temuan paspor tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di kawasan itu.
Dari penelusuran awal, petugas memberikan dugaan mengenai status paspor yang ditemukan. Menurut keterangan, paspor itu diduga merupakan paspor lama yang sudah tidak berlaku. Dokumen tersebut diperkirakan merupakan penggantian dari paspor yang diajukan oleh Kementerian Haji untuk memperoleh visa di Kedutaan Arab Saudi.
Untuk memastikan asal dokumen tersebut, imigrasi menempuh penelusuran data secara lebih rinci. Pihak imigrasi kini tengah menelusuri identitas para pemilik paspor melalui sistem penerbitan paspor nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap siapa saja pemilik dokumen yang ditemukan berserakan di kawasan tersebut.
Selain menelusuri data, pihak imigrasi juga memperluas pemeriksaannya ke arah yang lebih jauh. Mereka berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengumpulkan keterangan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam pembuangan paspor serta dokumen pendukung lainnya di kawasan BSD. Hasil penelusuran inilah yang nantinya akan menentukan langkah hukum berikutnya.
