Tim investigasi yang dibentuk Kodam 20 Tuanku Imam Bonjol Padang terus melakukan identifikasi lokasi terjadinya insiden peluru nyasar di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang. Seluruh titik tempat jatuhnya korban disisir secara cermat untuk mencari bukti-bukti lain yang dapat membantu mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
Dalam proses penyelidikan, tim juga menghitung jarak lontaran peluru. Perhitungan ini dijadikan pedoman untuk menentukan dari arah mana peluru yang mengenai dua orang korban itu berasal, sehingga arah tembakan dapat ditelusuri dengan lebih akurat sebelum kesimpulan resmi disampaikan kepada publik.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan sebuah proyektil peluru berkaliber 9mm yang bersarang di paha salah satu korban. Kaliber tersebut, menurut keterangan pihak militer, biasanya digunakan untuk senjata laras pendek dengan jarak tembakan efektif hanya sekitar 200 meter.
Di sisi lain, satuan Batalyon TP897 Singgalang yang tengah menggelar latihan justru menggunakan senjata laras panjang dengan kaliber peluru 5,56mm. Pihak penerangan militer menegaskan adanya perbedaan jelas antara amunisi laras panjang dan laras pendek, yakni laras panjang berkaliber 5,56mm dan laras pendek berkaliber 9mm.
Karena proyektil 9mm itulah yang ditemukan di paha korban bernama Nova, tim masih terus mendalami kemungkinan apakah senjata laras pendek turut digunakan dalam kegiatan latihan tersebut. Perbedaan kaliber inilah yang menjadi salah satu fokus utama dalam penyelidikan yang sedang berjalan.
Kodam 20 Tuanku Imam Bonjol meminta masyarakat memberikan waktu kepada POMDAM untuk menyelesaikan proses penyelidikan kasus ini. Pihak militer menyatakan komitmennya untuk menelusuri data, fakta, dan informasi secara menyeluruh agar penyebab insiden dapat diungkap secara transparan.
Kepala Penerangan Kodam 20 Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Cavaleri Taufik, menjelaskan bahwa tim investigasi langsung turun ke lokasi sejak insiden terjadi untuk mengumpulkan data dan kronologi. Ia menambahkan bahwa satu proyektil telah berhasil dikeluarkan dari tubuh korban dan teridentifikasi sebagai proyektil berkaliber 9mm.
