world | tvOne News |
Lima orang pendaki tersambar petir saat berfoto di puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Seorang pendaki bernama Fauzan tewas di lokasi kejadian, sementara empat lainnya selamat. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama tiga jam melalui medan batuan terjal dan tebing curam.
Lima orang pendaki tersambar petir saat berfoto di puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Insiden terjadi ketika para pendaki hendak mengambil foto untuk dokumentasi di titik tertinggi gunung tersebut. Tiba-tiba petir menyambar kelompok pendaki, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian diidentifikasi bernama Fauzan. Ia melakukan pendakian bersama empat rekannya yang berhasil selamat dari insiden tersebut. Keempat pendaki yang selamat segera menghubungi tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.
Proses evakuasi jenazah korban dari puncak Gunung Monrolo berlangsung dramatis dan menguras tenaga. Tim SAR gabungan harus menempuh perjalanan selama tiga jam melalui medan yang didominasi batuan terjal dan tebing curam. Petugas menggunakan teknik tali khusus untuk menurunkan jenazah dari ketinggian secara aman.
Setelah berhasil dibawa turun ke kaki gunung, jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Tompobulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keempat pendaki yang selamat juga mendapat pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka pasca tersambar petir.
Insiden ini menjadi pengingat tentang bahaya cuaca ekstrem bagi para pendaki gunung, khususnya risiko sambaran petir di area puncak yang terbuka. Para ahli menyarankan pendaki untuk segera turun dari puncak apabila cuaca mulai mendung atau terdengar guntur, dan menghindari berdiri di titik tertinggi saat kondisi cuaca tidak stabil.