world | tvOne News |
Sebanyak 127 orang datang ke Polda Metro Jaya mewakili lebih dari 300 calon jemaah umroh yang diduga menjadi korban penipuan biro perjalanan. Salah satu korban asal Bandung mengaku telah melunasi hampir 100 juta rupiah untuk tiga orang namun keberangkatan terancam gagal setelah travel dikabarkan bermasalah. Pihak travel disebut tidak mampu memberikan kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana.
Kasus dugaan penipuan biro perjalanan umroh kembali mencuat di Indonesia. Sebanyak 127 orang datang langsung ke Markas Besar Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus yang merugikan lebih dari 300 calon jemaah umroh. Para pelapor mewakili ratusan korban lainnya yang diduga telah ditipu oleh sebuah agen perjalanan.
Salah satu korban bernama Ayu, warga Bandung, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi biaya umroh hampir 100 juta rupiah untuk tiga orang, yaitu dirinya sendiri dan dua anggota keluarganya. Jadwal keberangkatan seharusnya pada 17 Juni mendatang, namun rencana ibadah tersebut kini terancam gagal total.
Permasalahan bermula ketika pihak biro perjalanan dikabarkan mengalami masalah operasional yang serius. Para calon jemaah yang sudah membayar lunas tidak mendapatkan kepastian kapan mereka akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Lebih menyakitkan lagi, pengembalian dana yang sudah dibayarkan juga tidak dapat dijamin oleh pihak travel.
Laporan dari tvOne News menunjukkan bahwa para korban telah berusaha berkomunikasi dengan pihak travel untuk mencari titik terang, namun tidak menemukan solusi yang memuaskan. Frustrasi yang memuncak mendorong mereka untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke kepolisian.
Kasus penipuan berkedok biro perjalanan umroh bukan hal baru di Indonesia, namun skala korban yang mencapai lebih dari 300 orang menunjukkan bahwa pengawasan terhadap agen perjalanan ibadah masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Para calon jemaah diimbau untuk selalu memverifikasi legalitas dan track record biro perjalanan sebelum menyerahkan dana dalam jumlah besar.