LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Ibu rumah tangga di Pesisir Barat Lampung ditangkap, diduga gelapkan 11 kendaraan

Ibu rumah tangga di Pesisir Barat Lampung ditangkap, diduga gelapkan 11 kendaraan

Seorang ibu rumah tangga di Pesisir Barat, Lampung, ditangkap polisi karena diduga menggelapkan belasan kendaraan milik para korbannya. Tersangka diduga menyewa atau merental kendaraan, lalu menggadaikannya. Polisi mencatat sebanyak 11 kendaraan berupa delapan mobil dan tiga sepeda motor digelapkan, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Seorang ibu rumah tangga di wilayah Pesisir Barat, Lampung, ditangkap polisi karena diduga menggelapkan belasan kendaraan milik para korbannya. Penangkapan dilakukan oleh petugas Satreskrim Polres Pesisir Barat, yang menindaklanjuti laporan terkait sejumlah kendaraan yang raib.

Saat digelandang petugas, tersangka, yang diidentifikasi bernama Niken Veronia, terlihat hanya bisa pasrah. Ia diduga berada di balik praktik penggelapan yang merugikan banyak orang dalam kurun waktu tertentu, meski statusnya masih dalam proses hukum dan asas praduga tak bersalah tetap berlaku.

Menurut keterangan polisi, modus yang digunakan tersangka adalah dengan berpura-pura merental atau menyewa kendaraan milik korban. Setelah kendaraan berada di tangannya, ia kemudian menggadaikan kendaraan-kendaraan tersebut, alih-alih mengembalikannya kepada pemiliknya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mencatat tersangka diduga telah menggelapkan sedikitnya 11 kendaraan. Jumlah itu terdiri dari delapan unit mobil dan tiga unit sepeda motor, yang seluruhnya merupakan milik para korban yang tertipu oleh modus penyewaan tersebut.

Polisi juga mencatat bahwa jumlah korban dalam kasus ini tidak sedikit. Setidaknya terdapat 11 orang yang menjadi korban, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat kendaraan mereka yang digelapkan dan digadaikan.

Adapun uang yang diperoleh dari hasil menggadaikan kendaraan-kendaraan itu disebut digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, sebagian dari uang tersebut juga diduga dipakai untuk berfoya-foya, sehingga merugikan para korban dalam jumlah yang besar.

Saat ini kasus penggelapan kendaraan tersebut ditangani oleh kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi diperkirakan akan terus mendalami perkara ini, termasuk kemungkinan adanya korban lain serta keberadaan kendaraan-kendaraan yang telah digadaikan.

Loading article...