Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Kodam Jaya mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum oleh mahasiswa di Jakarta. Total personel yang diterjunkan mencapai 3.588 orang, yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga jajaran Polres penyangga.
Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan aksi penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan damai. Aparat juga berupaya agar aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan lancar di tengah berlangsungnya aksi tersebut.
Dalam pengarahan, Kapolda Metro Jaya menyampaikan sebanyak 18 direktif kepada para petugas. Inti dari arahan tersebut adalah agar petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan bersikap sabar, humanis, dan tidak mudah terprovokasi selama bertugas.
Kapolda Metro Jaya juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan senjata api dalam pengamanan tersebut. Penegasan itu disampaikan langsung saat apel bersama yang diikuti oleh seluruh personel gabungan sebelum mereka diterjunkan ke lapangan.
Selain itu, aspirasi dari para mahasiswa ditekankan harus dapat tersampaikan dengan aman dan damai. Petugas yang menjalankan tugas pengamanan disebut dilindungi oleh undang-undang, dan hal ini harus dikawal bersama oleh seluruh personel gabungan.
Kepolisian turut mengimbau agar para peserta aksi maupun petugas pengamanan sama-sama memperhatikan keselamatan bersama serta kepentingan masyarakat lain. Aparat menekankan pentingnya menjaga arus lalu lintas dan fasilitas umum agar tidak terjadi keributan maupun kerusuhan selama aksi berlangsung.
