Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 10 kampus kedokteran dan sains di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mewujudkan program ambisius tersebut, pemerintah akan menggandeng Imperial College London, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Rencana ini menandai langkah besar dalam upaya memperkuat sektor pendidikan tinggi sekaligus layanan kesehatan di tanah air.
Rencana pembangunan 10 kampus kedokteran dan sains itu dibahas dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Senin siang. Pembangunan kampus-kampus baru ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan, pada saat yang sama, memperbaiki kualitas layanan kesehatan yang dapat dinikmati masyarakat di berbagai wilayah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Imperial College London akan memberikan dukungan dalam sejumlah aspek penting. Dukungan itu mencakup penyusunan kurikulum, penyiapan standar pengajaran, peningkatan kualitas dosen, hingga pengembangan riset bersama, sehingga kampus-kampus baru tersebut dapat berdiri di atas fondasi akademik yang kuat sejak awal.
Selain penyusunan kurikulum dan standar pengajaran, kerja sama dengan Imperial College London juga akan mencakup penelitian bersama atau joint research. Tidak hanya itu, program visiting professor pun direncanakan akan banyak dilakukan bersama Imperial College serta kampus-kampus lainnya, membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarakademisi lintas negara.
Kehadiran mitra sekelas Imperial College London diharapkan dapat membawa standar internasional ke dalam sistem pendidikan kedokteran dan sains di Indonesia. Dengan keterlibatan langsung dalam penyiapan kurikulum dan tenaga pengajar, mutu lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing dengan lulusan dari institusi terkemuka di tingkat dunia.
Pada akhirnya, pemerintah berharap kolaborasi dengan Imperial College London dapat meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi nasional, yang selama ini menjadi salah satu kunci untuk memajukan sektor kesehatan maupun ilmu pengetahuan di dalam negeri.
