Kabar duka menyelimuti dunia politik dan bisnis Indonesia pada Jumat ini. Pengusaha nasional sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, dilaporkan meninggal dunia. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Brawijaya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dalam usia 63 tahun, meninggalkan jejak panjang di dua dunia sekaligus, yakni industri dan politik nasional.
Nama Rachmat Gobel dikenal luas sebagai tokoh di balik Grup Gobel, salah satu kelompok usaha yang turut membesarkan industri elektronik di dalam negeri. Melalui kemitraan strategis dengan raksasa elektronik asal Jepang, Panasonic, Grup Gobel menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan sejarah industri manufaktur elektronik nasional selama beberapa dekade terakhir.
Selain berkiprah di dunia usaha, Rachmat Gobel juga aktif di panggung politik nasional. Ia tercatat sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem, dan selama menjalankan tugasnya di parlemen dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan isu-isu di bidang industri dan perdagangan, dua sektor yang memang telah lama menjadi bidang keahlian dan perhatiannya.
Rekam jejaknya di pemerintahan juga cukup menonjol. Semasa hidupnya, Rachmat Gobel sempat dipercaya menduduki kursi Menteri Perdagangan pada periode 2014 hingga 2015. Posisi strategis itu menegaskan reputasinya sebagai figur yang memiliki pemahaman mendalam mengenai dunia perdagangan dan perekonomian, baik dari sisi pelaku usaha maupun dari sisi pengambil kebijakan.
Sepanjang kariernya, Rachmat Gobel kerap menjadi jembatan antara kepentingan dunia usaha dan kebijakan negara. Kombinasi antara latar belakangnya sebagai pengusaha dan perannya sebagai politisi membuatnya menjadi sosok yang cukup diperhitungkan dalam berbagai pembahasan mengenai daya saing industri nasional dan penguatan sektor perdagangan Indonesia.
Sejak pagi, sejumlah tokoh berdatangan ke rumah duka almarhum di kawasan Jakarta Selatan untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya tampak Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novian Bakri, serta Menteri Ketenagakerjaan. Para pelayat mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok yang baik, pekerja keras, dan dermawan, sekaligus figur penting di dunia industri elektronik nasional.
Menurut rencana, akan digelar upacara kedinasan untuk melepas jenazah almarhum dari rumah duka di Jakarta Selatan. Setelah itu, jenazah Rachmat Gobel akan dibawa untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, yang dijadwalkan berlangsung pada pukul dua siang waktu Indonesia Barat. Pemakaman di taman makam pahlawan tersebut menjadi penanda penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan kesan mendalam, baik di kalangan pelaku industri maupun di lingkungan politik Tanah Air. Ia dikenang sebagai figur yang menghubungkan warisan panjang industri elektronik nasional dengan perjuangan kebijakan di parlemen, dan namanya akan tetap dikaitkan dengan perkembangan sektor industri serta perdagangan Indonesia.
