Kebakaran melahap lima bangunan milik warga di kawasan padat penduduk Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Peristiwa ini terjadi di permukiman yang berada tepat di sisi Sungai Mahakam, sehingga sempat membuat warga sekitar panik menyelamatkan diri dan harta benda.
Saat kejadian, api terus berkobar di dalam rumah-rumah penduduk yang lokasinya hanya bersebelahan dengan Sungai Mahakam. Kondisi permukiman yang padat membuat kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran ini diduga berasal dari korsleting listrik. Dugaan penyebab tersebut masih akan didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan asal mula munculnya api.
Meski melahap sejumlah bangunan, dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Warga di lokasi berupaya menyelamatkan diri begitu api mulai membesar di kawasan permukiman padat itu.
Namun, dampak kebakaran ini cukup besar bagi warga terdampak. Sedikitnya 14 kepala keluarga dengan total 56 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka hangus dilalap api.
Selain hilangnya tempat tinggal, kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Para warga yang kehilangan rumah kini membutuhkan penanganan lebih lanjut setelah peristiwa yang menghanguskan permukiman mereka di tepi Sungai Mahakam.
