LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Sampah kembali menggunung di Pasar Balenda Bandung sebulan setelah dibersihkan

Sampah kembali menggunung di Pasar Balenda Bandung sebulan setelah dibersihkan

Tumpukan sampah di Pasar Balenda, Kabupaten Bandung, kembali menggunung hingga meluber ke jalan, hanya sebulan setelah dibersihkan. Pemerintah daerah mengangkut sampah dengan alat berat menuju TPA Sari Mukti.

Persoalan sampah kembali menghantui Pasar Balenda di Kabupaten Bandung, ketika tumpukan sampah di lokasi tersebut kembali menggunung hanya sekitar sebulan setelah dibersihkan. Kondisi ini memunculkan keluhan dari para pedagang dan warga sekitar yang harus beraktivitas di tengah penumpukan yang terus berulang.

Tumpukan sampah di tempat penampungan sementara atau TPS Pasar Balenda terlihat begitu penuh hingga meluber sampai ke jalan. Volume yang besar membuat sampah tidak lagi tertampung di area yang seharusnya, sehingga sebagian menumpuk di akses menuju pasar dan mengganggu kelancaran lalu lalang masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung mulai mengangkut tumpukan sampah dari TPS Pasar Balenda. Langkah ini diambil setelah sampah di lokasi itu kembali menggunung, meski sempat dibersihkan secara besar-besaran pada 30 April 2026 lalu, namun penumpukan terjadi lagi dalam waktu yang relatif singkat.

Karena tingginya tumpukan, petugas harus menggunakan alat berat untuk memindahkan sampah ke atas truk. Sampah tersebut selanjutnya dibawa menuju tempat pembuangan akhir atau TPA Sari Mukti, sebagai upaya untuk mengurangi volume yang sudah terlanjur menumpuk di sekitar area pasar.

Sepanjang proses pengangkutan berlangsung, air limbah dari tumpukan sampah tampak menggenangi akses jalan menuju pasar. Genangan itu menyebarkan bau menyengat ke lingkungan sekitar, sehingga turut mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga maupun para pedagang yang berada di kawasan tersebut.

Perwakilan pedagang Pasar Balenda, Indra Sukojo, menyebut penumpukan sampah ini kembali terjadi karena pengangkutan tidak dilakukan secara rutin sejak pertengahan Mei 2026. Menurutnya, pengangkutan sampah terakhir dilakukan pada 18 Mei 2026, dan setelah itu praktis tidak ada lagi pengangkutan yang dilakukan secara berkala.

Sebelumnya, pemerintah dan para pedagang sempat bersepakat bahwa TPS tersebut hanya digunakan untuk menampung sampah yang berasal dari aktivitas Pasar Balenda. Namun, kesepakatan itu ternyata tidak berjalan efektif, sehingga penumpukan kembali terjadi dan menuntut penanganan yang lebih konsisten ke depannya.

Loading article...