Tim Satres Reskrim Seragen bersama Direktur Reskriminal Umum Polda Jawa Tengah menggelar olah tempat kejadian perkara untuk kedua kalinya dalam kasus pembunuhan seorang bocah perempuan kelas 5 SD di Kecamatan Jenar, Kabupaten Seragen, Jawa Tengah. Pengusutan kasus ini terus diintensifkan setelah penemuan bocah dalam kondisi penuh luka di dalam rumahnya.
Dalam olah TKP kedua tersebut, pihak kepolisian melibatkan ibu kandung korban, Dewi Serilestari, untuk diminta keterangan langsung di lokasi kejadian. Dewi menceritakan secara rinci kronologi detik-detik saat ia menemukan sang anak dalam kondisi bersimbah darah.
Menurut keterangan Dewi Serilestari, ia memanggil-manggil anaknya sebelum menemukannya. Anak ditemukan dalam kondisi diselimuti, dengan setengah badan tertutup. Saat selimut dibuka, Dewi mendapati banyak darah di kaki anak, menyebar ke kasur dan perlengkapan tidur di sekitarnya.
AKBP Dewiana Syamsu India Sari selaku pejabat kepolisian yang menangani kasus ini menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa untuk dimintai keterangan. Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah seiring pendalaman penyelidikan. Pihak kepolisian menegaskan masih terus menghubungkan satu alat bukti dengan yang lainnya sebelum dapat menarik kesimpulan.
Dari lokasi kejadian, petugas membawa sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam jenis parang yang ditemukan dengan bercak darah di dalam rumah korban. Temuan barang bukti ini menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian penyelidikan yang sedang dijalankan.
Selain kasus pembunuhan, penyelidikan juga mengungkap adanya indikasi perampokan. Sepeda motor milik korban dilaporkan hilang dari lokasi, sementara barang-barang lain yang diduga ikut dibawa pelaku masih dalam tahap identifikasi oleh pihak kepolisian.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Tangis ibu korban, Dewi Serilestari, masih pecah bahkan hingga saat proses pemakaman berlangsung. Rekan-rekan korban juga turut melayat di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
