LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Siswi SLB di Muaro Jambi diduga jadi korban pelecehan penjaga sekolah

Siswi SLB di Muaro Jambi diduga jadi korban pelecehan penjaga sekolah

Seorang siswi sekolah luar biasa negeri di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh penjaga sekolahnya sendiri. Akibat trauma, korban kini enggan bersekolah, sementara terduga pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Seorang siswi sekolah luar biasa negeri atau SLBN di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh penjaga sekolahnya sendiri. Kasus ini memunculkan keprihatinan karena diduga terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para siswa. Akibat peristiwa yang menimpanya, korban kini mengalami trauma yang cukup berat.

Terduga pelaku dalam kasus ini adalah seorang penjaga sekolah yang berusia 57 tahun. Sosok tersebut sehari-hari bertugas di lingkungan sekolah tempat korban menimba ilmu, sehingga memiliki akses langsung terhadap para siswa. Hal inilah yang kemudian disorot oleh keluarga korban maupun masyarakat sekitar setelah dugaan perbuatan itu terungkap.

Dampak dari peristiwa tersebut sangat terasa pada diri korban. Sejak tanggal 21 Mei 2026, korban yang berinisial NH enggan untuk kembali bersekolah. Trauma yang dialaminya membuat ia memilih untuk tinggal di rumah bersama orang tuanya, menjauh dari lingkungan sekolah yang selama ini menjadi bagian dari kesehariannya.

Menurut keterangan orang tua korban, mereka awalnya mengetahui peristiwa yang menimpa anak mereka dari penjelasan salah satu guru di sekolah tersebut. Dari titik itulah keluarga mulai menelusuri lebih jauh apa yang sebenarnya dialami sang anak, hingga akhirnya dugaan pelecehan tersebut terkuak ke permukaan dan menjadi perhatian serius.

Keluarga dan orang tua korban menyebut bahwa korban mengaku telah mengalami perbuatan tidak senonoh itu hingga tujuh kali. Lokasi kejadian disebut berada di dalam area sekolah, terutama di bagian kantin sekolah. Pengakuan tersebut menambah keprihatinan keluarga karena diduga berlangsung berulang kali tanpa diketahui pihak lain.

Atas dugaan perbuatan tersebut, orang tua bersama korban telah melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian Resor Muaro Jambi. Hingga kini, terduga pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Keluarga berharap proses hukum dapat berjalan sehingga ada kejelasan dan perlindungan bagi korban yang masih berusaha pulih dari trauma.

Loading article...