Seorang pelaku spesialis pembobolan rumah akhirnya ditangkap polisi di Sulawesi Selatan setelah delapan tahun beraksi. Pelaku yang kerap menyasar rumah kosong itu dilumpuhkan petugas setelah sempat mencoba melarikan diri. Penangkapan ini mengakhiri rangkaian aksinya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pelaku berinisial JR yang berusia 36 tahun ditangkap oleh tim Resmob. Penangkapan dilakukan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Setelah sekian lama beraksi, keberadaan pelaku akhirnya berhasil diungkap dan disergap oleh petugas.
Rekaman CCTV memperlihatkan cara pelaku beraksi saat menjalankan kejahatannya. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan jas hujan dan helm berwarna hitam untuk menyamarkan dirinya. Ia menggunakan sebuah obeng sebagai alat untuk membuka dan membobol sasaran yang dituju.
Dari setiap aksinya, pelaku menggasak berbagai barang berharga milik korban. Ia mengambil brankas, uang tunai, emas, perhiasan, hingga dokumen-dokumen berharga. Barang-barang bernilai itulah yang menjadi incaran utama pelaku dalam menjalankan aksi pembobolan.
Polisi menyebut pelaku telah beraksi sejak tahun 2018. Selama kurun waktu tersebut, ia tercatat melakukan kejahatan di 33 lokasi kejadian. Lokasi-lokasi itu tersebar di sembilan kabupaten yang berada di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku memiliki pola sasaran yang khas. Target utamanya adalah rumah-rumah mewah yang ditinggal pemiliknya. Pelaku kerap memanfaatkan momen ketika penghuni rumah sedang pergi beribadah, seperti pada saat Lebaran dan Natal.
Dengan tertangkapnya pelaku, rangkaian pembobolan rumah yang berlangsung selama delapan tahun itu kini terhenti. Pelaku yang sempat berupaya kabur akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. Kasus ini memperlihatkan bagaimana pola aksi yang memanfaatkan rumah kosong pada akhirnya dapat diungkap melalui penyelidikan kepolisian.
