Kabar duka dan kekerasan kembali terjadi di lingkungan pendidikan di Surabaya, Jawa Timur. Seorang siswa meninggal dunia setelah dikeroyok oleh empat temannya, dalam sebuah kasus yang bermula dari persoalan yang terbilang sepele. Pemicunya adalah sepasang sandal bermerek Crocs yang dipinjam korban dan kemudian hilang. Atas peristiwa ini, kepolisian telah mengamankan empat orang.
Suasana duka menyelimuti rumah korban di kawasan Manukan, Surabaya. Korban diketahui bernama Thomas Julianus Christianto, seorang siswa SMA Negeri 11 Surabaya. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang berawal dari sebuah perselisihan yang akhirnya berujung maut, mengubah persoalan kecil menjadi kehilangan nyawa.
Akar persoalannya tergolong sepele, yakni hilangnya sepasang sandal bermerek Crocs yang diklaim bernilai jutaan rupiah. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat korban berkunjung ke rumah seorang temannya, Thomas tanpa sengaja memakai sandal Crocs milik salah satu pelaku. Persoalan mulai muncul ketika sandal tersebut kemudian hilang, dan pihak pemilik menuntut ganti rugi atas barang yang hilang itu.
Pihak keluarga sempat berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Kakak korban, Hana Novia Christiani, menceritakan bahwa dirinya telah memberikan uang kepada sang adik untuk membeli sandal pengganti. Thomas pun sudah menyerahkan sepasang sandal baru kepada pelaku, sehingga keluarga mengira persoalan itu telah selesai dan tidak akan berlanjut.
Namun, perselisihan tersebut ternyata tak kunjung usai dan justru berlanjut. Persoalan itu akhirnya berujung pada sebuah ajakan untuk menyelesaikan masalah secara kekerasan. Akibat pengeroyokan yang dialaminya, kondisi korban jatuh kritis hingga koma dan tidak sadarkan diri. Menurut keterangan keluarga, mereka baru tiba di rumah sakit Dr. Sutomo pada malam hari saat kondisi korban sudah memburuk.
Di rumah sakit, korban sempat menjalani penanganan medis untuk menyelamatkan nyawanya. Setelah menjalani operasi dan dirawat secara intensif di ruang ICU, kondisi Thomas terus menurun akibat pendarahan pasca operasi. Upaya perawatan yang dilakukan tidak mampu menyelamatkan nyawanya, hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian langsung bergerak menangani kasus ini. Polresta Surabaya telah mengamankan empat orang yang merupakan teman bermain korban, dan keempatnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing pelaku serta motif di balik pengeroyokan tersebut, dan menyatakan akan menyampaikan perkembangan pemeriksaan lebih lanjut.
