Sebuah aksi kejar-kejaran yang berlangsung bak adegan film laga mewarnai penangkapan sebuah komplotan spesialis ganjal ATM yang beroperasi lintas provinsi. Penangkapan ini dilakukan oleh petugas dari Polres Tasikmalaya Kota, yang harus bekerja keras untuk melumpuhkan dan mengamankan para pelaku.
Pengejaran terhadap para pelaku berlangsung cukup jauh. Petugas mengejar sebuah minibus hitam yang dikendarai komplotan tersebut sejauh puluhan kilometer, dimulai dari wilayah kota Tasikmalaya hingga akhirnya masuk ke wilayah Kabupaten Garut.
Petugas akhirnya berhasil mengepung para pelaku di kawasan Jalan Raya Kadungora, Garut. Namun, upaya penghentian tidak berjalan mulus, karena mobil yang dikendarai para pelaku justru nekat menerjang blokade yang telah dipasang oleh pihak kepolisian di lokasi tersebut.
Menghadapi perlawanan itu, petugas pun terpaksa melepaskan rentetan tembakan peringatan ke udara. Tembakan tersebut dilepaskan sebagai respons atas tindakan para pelaku yang berusaha menembus blokade dan menghindari penangkapan.
Berkat kesigapan petugas gabungan yang dibantu oleh warga setempat, para pelaku akhirnya berhasil diringkus. Pengamanan dari dalam kendaraan itu juga dilakukan untuk mencegah para pelaku menjadi sasaran amuk massa yang mulai berkumpul di lokasi kejadian.
Karena para pelaku melakukan perlawanan yang agresif saat dikepung, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan kaki mereka menggunakan timah panas. Langkah ini diambil agar para pelaku dapat diamankan tanpa membahayakan petugas maupun warga di sekitar lokasi.
Ketiga pelaku yang diketahui berasal dari Palembang itu langsung dievakuasi setelah berhasil dilumpuhkan. Mereka kemudian dibawa dan diamankan ke Markas Polres Tasikmalaya Kota untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut terkait aksi ganjal ATM yang mereka lakukan.
