LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Keluarga dokter muda di Timur Tengah Utara akan tempuh jalur hukum, duga ada intimidasi tiga oknum anggota DPRD

Keluarga dokter muda di Timur Tengah Utara akan tempuh jalur hukum, duga ada intimidasi tiga oknum anggota DPRD

Seorang dokter muda yang bertugas di IGD Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia. Keluarganya akan menempuh jalur hukum karena menduga dokter tersebut menjadi korban intimidasi dan tekanan dari tiga oknum anggota DPRD setempat saat menjalankan tugas medis menolong seorang pasien yang tergigit ular berbisa pada 13 Juni 2026. Pihak keluarga tidak menerima peristiwa ini dan akan menuntut pertanggungjawaban.

Keluarga seorang dokter muda yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, menyatakan akan menempuh jalur hukum setelah dokter tersebut meninggal dunia. Pihak keluarga menduga dokter itu sebelumnya menjadi korban intimidasi dan tekanan dari tiga oknum anggota DPRD setempat.

Menurut keterangan yang disampaikan keluarga, peristiwa bermula pada 13 Juni 2026, ketika dokter tersebut tengah menjalankan tugas medis menolong seorang pasien yang tergigit ular berbisa. Pasien itu disebut merupakan keluarga dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timur Tengah Utara.

Keluarga menyebut ketiga oknum anggota DPRD tersebut membentak dan menuding dokter bekerja tidak sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP, lalu terus memberikan tekanan kepadanya. Tudingan itu disampaikan saat dokter sedang menangani pasien di rumah sakit.

Akibat tekanan tersebut, menurut keluarga, dokter itu mengalami trauma yang berat. Ia sempat menjalani perawatan, termasuk pendampingan dari sisi psikologis, di Rumah Sakit Leona tempatnya bertugas.

Dalam kondisi tersebut, dokter itu kemudian meninggal dunia. Pihak keluarga menyatakan bahwa tekanan yang dialami dokter selama menjalankan tugasnya menjadi latar belakang yang mereka soroti dalam peristiwa ini.

Keluarga menegaskan tidak menerima peristiwa yang menimpa dokter tersebut dan akan menempuh jalur hukum terhadap tiga oknum anggota DPRD Kabupaten Timur Tengah Utara. Mereka menuntut adanya pertanggungjawaban atas apa yang menurut mereka dialami oleh anggota keluarganya.

Hingga saat ini, dugaan intimidasi yang disampaikan keluarga masih berada pada tahap pernyataan pihak keluarga, sementara proses hukum yang direncanakan akan menjadi jalan untuk mengusut dan memastikan duduk perkara sebenarnya. Penanganan lebih lanjut diperkirakan akan berjalan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Loading article...