Misteri di balik video viral yang memperlihatkan seorang pria bersimbah darah di kawasan Tomang, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. Seperti dilaporkan tvOne News, polisi memastikan bahwa pria tersebut bukanlah korban begal seperti yang sempat diduga, melainkan korban pembacokan yang dipicu oleh masalah asmara.
Peristiwa pembacokan itu terjadi di rumah kos korban yang berada di kawasan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Saat kejadian, korban tengah beristirahat di dalam kamarnya. Secara tiba-tiba, ia diserang oleh dua pelaku yang datang dengan membawa dan menggunakan senjata tajam untuk menyerang korban di dalam kamar kos tersebut.
Serangan yang dilancarkan kedua pelaku tersebut mengakibatkan korban mengalami luka yang cukup serius. Berdasarkan informasi, korban harus mendapatkan sekitar seratus jahitan dari sembilan luka di tubuhnya. Luka-luka tersebut tersebar di beberapa bagian, di antaranya pada bagian kepala, wajah, leher, hingga tangan korban.
Warga yang mengetahui adanya kejadian itu kemudian segera memberikan pertolongan kepada korban. Mereka membawa korban yang dalam kondisi bersimbah darah itu ke rumah sakit Sumber Waras agar segera mendapatkan penanganan medis atas luka-luka yang dideritanya akibat serangan senjata tajam tersebut.
Rekaman saat evakuasi korban yang berlumuran darah itu kemudian tersebar dan sempat viral di media sosial. Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat, salah satunya anggapan bahwa korban menjadi sasaran aksi begal atau perampasan di jalanan, sebelum akhirnya pihak kepolisian memberikan penjelasan.
Polisi kemudian memastikan bahwa peristiwa yang menimpa korban bukanlah aksi begal, tetapi merupakan kasus pembacokan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat mengungkap bahwa kasus pengeroyokan dan pembacokan terhadap korban tersebut dipicu oleh adanya permasalahan asmara yang melatarbelakangi serangan itu.
Dalam waktu yang tidak lama, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan tersebut. Kedua pelaku ditangkap di wilayah Tambun, Bekasi. Penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mendalami kasus ini secara menyeluruh dan memastikan tidak ada pihak lain yang turut terlibat.
