Seorang pengemudi online ditemukan tewas dalam kondisi yang cukup mengenaskan di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penemuan jasad korban mengejutkan warga dan keluarga, terlebih kondisi tubuhnya yang dipenuhi sejumlah luka. Peristiwa ini langsung menjadi perhatian aparat kepolisian setempat yang bergerak untuk mengusut kematian tersebut.
Korban diketahui bernama Abdul Haris, berusia 50 tahun. Identitasnya yang berhasil dikenali membuat peristiwa ini terasa semakin memilukan, karena di balik profesi sehari-harinya sebagai pengemudi online, ia menjadi korban kekerasan yang merenggut nyawanya. Sosoknya kini meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdul Haris baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai pengemudi online. Saat peristiwa terjadi, ia tengah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Aktivitas rutin yang seharusnya berakhir di kediamannya itu justru berujung tragis, menjadikan perjalanan pulang sebagai momen terakhir dalam hidupnya.
Kondisi jenazah memperlihatkan betapa brutalnya peristiwa yang menimpa korban. Tubuh Abdul Haris ditemukan dengan dipenuhi sejumlah luka akibat hantaman senjata tajam. Banyaknya luka yang ditemukan mengindikasikan adanya serangan yang keras terhadap korban, dan menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik dalam mengusut kasus ini.
Kabar kematian Abdul Haris memukul keluarganya. Pihak keluarga, termasuk sang istri, tak kuasa menahan tangis saat mengetahui korban tewas dalam kondisi mengenaskan. Kesedihan yang mendalam menyelimuti keluarga yang harus kehilangan sosok tulang punggung secara tiba-tiba dan dengan cara yang begitu mengerikan.
Menanggapi peristiwa ini, Polres Maros langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta mengetahui motif di balik pembunuhan tersebut. Keterangan para saksi diharapkan dapat membuka titik terang atas kasus ini.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Pemeriksaan medis ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab kematian dan kronologi serangan yang dialami korban. Hasilnya akan menjadi bagian penting dalam upaya aparat mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan pengemudi online ini.
