LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Pelajar di bawah umur dianiaya tiga wanita di sebuah penginapan di Ambon, ketiga pelaku ditangkap polisi

Pelajar di bawah umur dianiaya tiga wanita di sebuah penginapan di Ambon, ketiga pelaku ditangkap polisi

Seorang pelajar di bawah umur di Kota Ambon, Maluku, dianiaya secara brutal oleh tiga wanita hingga babak belur di sebuah kamar penginapan di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon. Aksi itu terekam video yang beredar, dan setelah korban melapor, aparat Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease berhasil menangkap ketiga pelaku. Motifnya disebut karena korban menolak disuruh membeli makanan.

Seorang wanita yang masih berstatus pelajar di bawah umur di Kota Ambon, Maluku, menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh tiga orang wanita hingga mengalami luka dan babak belur. Peristiwa kekerasan ini menjadi sorotan karena pelaku yang terlibat berjumlah lebih dari satu orang dan menyasar seorang remaja.

Insiden tersebut terjadi di salah satu kamar penginapan yang berada di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku. Lokasi kejadian yang berada di dalam sebuah kamar penginapan membuat korban berada dalam posisi yang sulit untuk menghindar saat penganiayaan berlangsung.

Aksi kekerasan itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di tengah masyarakat. Dalam rekaman tersebut, ketiga pelaku terlihat memukul serta menendang korban secara bergantian, sementara korban hanya bisa pasrah karena ketiga pelaku melakukan penganiayaan secara bersamaan.

Setelah mengalami penganiayaan tersebut, korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya kepada pihak kepolisian. Laporan korban inilah yang menjadi dasar bagi aparat untuk segera menindaklanjuti kasus kekerasan tersebut dan memburu para pelaku.

Menindaklanjuti laporan itu, aparat dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bergerak untuk melakukan pengejaran. Dari upaya tersebut, polisi berhasil menangkap ketiga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, motif di balik penganiayaan ini diduga dipicu oleh persoalan sepele. Para pelaku disebut menganiaya korban lantaran korban menolak ketika disuruh membeli makanan, dengan alasan bahwa lokasinya jauh dari tempat tinggalnya, sehingga kasus ini kini ditangani lebih lanjut oleh kepolisian.

Loading article...