LIVE PROTOCOL
EET--:--:-- edition--.--.--

Selebriti dan influencer diperiksa dalam kasus penipuan Umroh Hanania

Selebriti dan influencer diperiksa dalam kasus penipuan Umroh Hanania

Penyidik memeriksa sejumlah selebritas dan influencer yang pernah mempromosikan Umroh Hanania Travel, termasuk Anwar Sanjaya, Tarik Halilintar, dan Keanu Angelo. Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 687 korban melaporkan kerugian mereka.

Kasus dugaan penipuan biro perjalanan Umroh Hanania Travel terus bergulir dan kini menyeret sejumlah nama publik. Penyidik tidak hanya menetapkan direktur utamanya sebagai tersangka, tetapi juga memeriksa sejumlah selebritas dan influencer yang pernah mempromosikan biro perjalanan tersebut.

Jumlah korban dalam kasus ini terus bertambah. Hingga saat ini, Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 687 orang telah melaporkan kerugian mereka melalui posko pengaduan yang dibuka penyidik. Sejumlah tokoh publik yang sebelumnya menjadi wajah promosi Hanania pun turut dipanggil untuk dimintai keterangan.

Salah satu yang diperiksa adalah presenter Anwar Sanjaya. Ia menegaskan tidak menerima aliran dana dari Hanania, dan menyebut kerja samanya hanya berupa barter konten serta fasilitas perjalanan umroh. Meski demikian, Anwar mengaku menerima uang saku saat menjalani perjalanan umroh tersebut.

Nama lain yang juga diperiksa adalah Tarik Halilintar. Melalui kuasa hukumnya, Tarik menegaskan bahwa dirinya tidak berangkat umroh secara gratis. Ia bahkan mengaku membayar hampir 170 juta rupiah untuk memberangkatkan anggota keluarganya.

Selebgram Keanu Angelo turut menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Untuk mendukung keterangannya, Keanu menyerahkan rekening koran kepada penyidik yang diklaim menunjukkan tidak ada aliran dana dari Hanania ke rekening pribadinya.

Sebelumnya, Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rahman, telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang. Penyidik masih terus memeriksa para saksi sekaligus menelusuri jejak aset dan keuangan perusahaan untuk memaksimalkan upaya pengembalian kerugian korban.

Sementara itu, ratusan jemaah masih menanti kepastian atas nasib dana dan keberangkatan umroh mereka yang tak kunjung terwujud. Proses penyidikan disebut masih terus berkembang, termasuk kemungkinan pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain yang terkait dengan promosi maupun pengelolaan biro perjalanan tersebut.

Loading article...